Selasa, 21 November 2017

Wagubsu Terima Pengurus Yayasan Inspirasi Bangsa Sumut


#jack, medan

Wagubsu Dr Nurhajizah mengatakan sangat mengapresiasi Yayasan Inspirasi Bangsa sebagai yayasan pemerhati permasyarakatan. Yang artinya masih peduli dengan para warga binaan dan mantan warga binaan dari lembaga permasyarakatan.

“Pemprovsu sangat apresiasi, masih ada anak muda yang masih perduli dengan warga binaan dan mantan warga binaan lembaga permasyarakatan,” ujar Nurhajizah ujar Wagubsu saat menerima audiensi Ketua Yayasan Inspirasi Bangsa Sumut Wanda Syahputra bersama para pengurus yayasan, Rabu (8/11) di ruang kerja Wagubsu lantai 9 Kantor Gubsu.

Turut hadir Kepala Lapas Wanita Tanjung Gusta Surta Duma Sihombing, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu Hj Nurlela dan pihak pendukung program Yayasan Inspirasi Bangsa.

Oleh karenanya pemprovsu akan mendukung program kegiatan yayasan tersebut dan tentunya untuk lebih menguatkan lagi tujuan mulia dari yayasan ini perlu adanya dukungan dan berbagai pihak bukan hanya dari pemerintah. “Pemprovsu sangat mendukung program kerja Yayasan ini. Diharapkan SKPD terkait dengan program kerja Yayasan Inspirasi Bangsa ini akan mensinerjikan programnya dengan yayasan ini,”harap Wagubsu.

Nantinya lanjut Wagubsu mengharapakan yayasan ini tidak hanya melaksanakan program kerjanya di lapas Tanjung Gusta. “Sumut punya 33 kabupaten/kota. Buatlah tim atau kelompok kerja agar program kerjanya bisa dirasakan di seluruh kabupaten kota yang ada di Sumatera Utara,”harap Nurhajizah.

Sementara Ketua Yayasan Inspirasi Bangsa Ketua Yayasan Inspirasi Bangsa, Wanda Syahputra mengatakan bahwa Yayasan Inspirasi bangsa adalah yayasan pemerhati permasyarakatan. Program kerja lebih kepada pembinaan, pemberdayaan dan pengembangan para warga binaan dan mantan warga binaan lembaga permasyarakatan.

Yayasan ini lanjutnya, pada Desember tahun 2017 akan genap berusia 1 tahun. Fokus yayasan inspirasi bangsa ini adalah bagaimana rehabilitasi sosial terhadap mantan narapidana dapat berjalan. Artinya kita menyoroti orang-orang yang sudah dua tiga kali keluar masuk lembaga permasyarakatan (residivis). Kenapa ini terjadi.

“Ternyata stigma mantan napi membuat mereka lebih nyaman di komunitas lama, selain factor ekonomi,” katanya.

Oleh karenanya yayasan inspirasi bangsa ini berinisiatif bagaimana membuat mantan narapidana ini nyaman dan nantinya dapat di terima di masyarakat. “Saat ini kita sudah membina 5 orang di rumah singgah di Pondok Surya Blok I No.40 Medan,”ujarnya.

Wanda menambahkan program kerja  Yayasan Inspirasi Bangsa ini tidak akan berjalan jika tidak ada dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak. “Diharapkan dukungan dari Pemprovsu agar program kerja Yayasan Inspirasi Bangsa ini dapat berjalan dan juga nantinya kepercayaan diri para mantan napi akan muncul kembali,” tambahnya.***