Senin, 25 September 2017

SMAN 13 Medan Gunakan Standart Ganda

18 Siswa Lulus Seleksi Akhir PPDB Online Raib Saat Diumumkan


#jack, medan

Sedikitnya 18 siswa yang berhasil lulus di SMA Negeri 13 Medan melalui jalur resmi program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online raib. Nama-nama ke 18 itu dapat dilihat saat ditayangkan di website panitia, namun nama-nama itu hilang saat di umumkan di sekolah SMAN 13.

Hal ini diketahui saat dilakukan pengecekan di daftar absen kelas. Sementara, 3 diantaranya telah melaporkan hal ini kepada pihak sekolah.

Ketiga nama siswa yang telah melaporkan hal ini kepada pihak sekolah yakni Novianda Suci Maghfira, Genia Salsabila dan Sarah Suriono.  Hal ini diketahui karena adanya laporan dari masyarakat dan salah seorang siswa dari ketiga siswa yang telah melaporkan hal ini sebelumnya kepihak sekolah, yang datang ke Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (12/9/2017) yang diterima oleh Anggota Fraksi Partai NasDem, HM Nezar Djoeli ST.  

Pada kesempatan tersebut, salah seorang siswa yang namanya enggan disebutkan,  mengatakan, saat pengumuman hasil akhir PPDB Online yang bisa diakses melalui website panitia, terlihat namanya keluar dipengumuman tersebut.

Mengetahui namanya keluar, lanjut siswa tersebut, kemudian dirinya mendapat kabar dari salah seorang temannya yang ada di SMA Negeri 13 yang menerangkan bahwa dirinya lulus. Mengetahui hal tersebut, siswa ini kemudian mengatakan kepada orang tuanya yang kemudian pergi ke SMA Negeri 13 untuk melakukan pendaftaran ulang.

“Namun sangat disayangkan, sesampai saya bersama ibu ke SMA Negeri 13 Medan untuk mendaftar ulang, oknum panitia lokal meminta sejumlah uang yang nominalnya sekira Rp2 juta lebih yang diperuntukkan untuk uang pembangunan dan lainnya,” katanya.

Mendengar statemen yang keluar dari oknum panitia itu, siswa beserta ibunya langsung pulang dengan membawa berkas yang sebelumnya telah dibawa  sebagai syarat untuk mendaftar ulang. Hal ini dilakukan karena ketidaksanggupan orang tua siswa ini untuk nominal uang yang disebutkan tersebut.

“Kami sangat kecewa karena sekolah negeri yang setahu kami tidak ada dipungut biaya, malah diminta uang oleh oknum panitia lokal ketika melakukan pendaftaran ulang. Jujur saja kami tidak sanggup. Kami tidak ada dana untuk itu, lebih bagus anak ini kami daftarkan ke sekolah swasta,” kata orang tua siswa saat mendampingi anaknya ke Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut.  

Sementara itu, masyarakat yang mengadukan 18 nama siswa yang raib tersebut, yang juga enggan disebutkan namanya, menjelaskan bahwa hal ini dilaporkan ke DPRD Sumut karena sudah sangat merasa kesal dan kecewa dengan kondisi pendidikan yang seperti ini.

“Kami kesal dengan kondisi ini. Ada siswa yang betul-betul murni lulus di hasil akhir pada program PPDB Online untuk SMA Negeri 13 Medan, namun setelah di cek di sekolah, malah namanya tidak keluar. Dan dari pengakuan salah seorang siswa malah diminta uang ini dan itu ketika mendaftar ulang. Jadi kami meminta kepada Bapak Nezar Djoeli untuk segera menindaklanjuti hal ini,” ketus masyarakat yang mengadukan hal ini ke Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut.

Tidak hanya itu, mereka juga menjelaskan bahwa saat kedelapan belas siswa ini menanyakan kepada SMA Negeri 13, pihak sekolah malam menyuruh kedelapan belas siswa tersebut menanyakan langsung ke Disdik Sumut.

“Sesampainya di Disdik Sumut, kedepalan belas siswa ini malah disuruh kembali menanyakan masalah ini ke SMA Negeri 13 Medan. Jadi mereka seperti di over sana-over sini. Tidak ada kejelasan dari Disdik Sumut maupun pihak sekolah,” cetus mereka.

Menanggapi hal itu, Nezar Djoeli menjelaskan, bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat ini dan akan segera menindaklanjutinya dan bila ini terbukti, maka pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkannya ke penegak hukum.  

“Hari ini saya sedih mendengarkan laporan dari masyarakat dan salah seorang siswa yang menjadi korban. Selain ditemukannya 72 siswa yang masuk tanpa melalui jalur resmi PPDB Online, juga adanya dugaan meminta uang sekira Rp2 juta lebih untuk alasan uang pembangunan dan lainnya. Kita sangat heran, kenapa siswa-siswa yang berprestasi tanpa ada suap dan sogok-menyogok berhasil lulus di hasil akhir PPDB Online tidak bisa masuk ke SMA Negeri 13, malah 72 siswa yang tidak mengikuti jalur resmi penerimaan, bisa masuk di sekolah tersebut. Ada apa ini,” ketus Nezar.

Berikut ke 18 nama siswa di SMA Negeri 13 yang raib tersebut 1.Meriati Sihotang 2. Sarah Suriono, 3. M. Agus Riski, 4. Mery Enjelina, 5. M. Ichsan Firmansyah, 6. Aditya Alfa Mahendra, 7. Bintang Hugi Prayoga, 8. Tanesa Noverini Silalahi, 9. Vani Amelia Rangkuti, 10.Novianda Suci Maghfirah, 11. Genia Salsabila, 12. Solanita Taruli Agrivina Limbong, 13. Ibrahim Gani Sihombing, 14. Putri Ani Natalia Harefa, 15. Yoga Efriansyah, 16.Amelia Putri, 17.Siti Nurhalizah, 18.  Ahmad Fharozi. ***