Minggu, 22 October 2017

Siswa SMK se Sumbagut Harus Terampil dan Inovatif

Menperin Luncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri


#jack, medan

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan program vokasi industri di Sumatera Utara (Sumut) terkendala terbatasnya jumlah industri besar dan sedang. Akibatnya jumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dibina oleh industri sangat kecil dibandingkan jumlah SMK yang ada di provinsi tersebut.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan, sampai dengan tahun 2019 sebanyak 1.775 SMK yang akan dibina dan dikerjasamakan dengan perusahaan industri dengan perkiraan jumlah tersertifikasi yang dihasilkan sebanyak 845.000 orang.

"Setelah peluncuran pada hari ini telah tercapai sebanyak 1.240 SMK dengan 412 perusahaan industri," katanya pada acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri dalam Rangka Membangun Link an Match antara SMK dengan Industri di Sumatera Bagian Utara yang meliputi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau, Senin (2/10/2017).

Ia mengatakan program vokasi industri ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, Kementerian Perindustrian meluncurkan program pendidikan vokasi industri dalam rangka membangun link and match antara SMK dengan Industri, dengan harapan SMK ke depan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri.

Peluncuran program pendidikan vokasi industri, lanjutnya, telah dilaksanakan di wilayah pulau jawa melalui beberapa tahap. Tahap I di Jawa Timur, melibatkan 50 perusahaan industri dan 234 SMK oleh Bapak Wakil Presiden. Tahap ke-II di Jawa Tengah, melibatkan 117 perusahaan industri dan 392 SMK oleh kami bersama dengan Mendikbud. Tahap ke-III di Jawa Barat, melibatkan 141 perusahaan industri dan 393 SMK oleh Bapak Presiden Rl.

"Hari ini adalah tahap lanjutan di Sumatera Bagian Utara. Dimana dilakukan penandatanganan perjanjian antara industri dengan SMK. Jumlahnya 104 perusahaan industri dengan 221 SMK yang diantaranya adalah 52 perusahaan di Sumut bekerjasama dengan 113 SMK," katanya. 

Semantera itu Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSI berterima kasih karena Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran program pendidikan vokasi industri dan sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama antara 82 perusahaan industri dengan 214 SMK dari Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Kegiatan ini menurut Gubsu sangatlah penting dalam mewujudkan siswa SMK yang terampil, Inovatif.

Dijelaskan Gubsu, Provinsi terletak di Pulau Sumatera Indonesia beribukota Medan dengan luas area 72.981,23 Km, berpenduduk 14.551.960 jiwa terdiri dari 25 Kabupaten dan 8 Kota dengan semboyan berkarya, hidup sejahtera, mulia berbudaya. Oleh karenanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu pilar utama dalam kebijakan pemerataan ekonomi. Langkah strategsi dalam membangun SDM kedepan perlu digencarkan karena persaingan global yang semakin kompetitif dan akan lebih banyak variasi lapangan pekerjaan. Untuk menuju kearah peningkatan kapasitas SDM perlu adanya sarana dan prasarana pendidikan khususnya fasilitas pratikum yang memadai secara kuantitas, kualitas dan tehnologi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.***

.