Kamis, 9 July 2020

Oknum Kacabdis P&P Binjai/Langkat Tendang Pintu Saat Pembukaan OSN


#jack, medan

Oknum Kacabdis P&P Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, IA disebut-sebut melakukan tindakan arogan ala "koboy" dengan menendang pintu saat acara pembukaan OSN (Olimpiade Sains Nasional) Tingkat Kota Binjai beberapa waktu lalu. Acara itu berlangsung di Aula gedung SMAN 7 Binjai. Tindakan menendang pintu itu oleh oknum Kacabdis  disebut- sebut karena melihat ada kedatangan seorang kepsek SMAN di Binjai diacara tersebut. Oknum kepsek ini disebut-sebut tengah berseteru dengan oknum kacabdis.

Informasi yang diterima, Sabtu, (14/3/2020) menyebutkan, aksi tendang pintu oknum di SMAN 7 Binjai bukan kali itu saja, sebelumnya juga oknum Kacabdis IA juga menggebrak meja di acara raker kepala sekolah di SMKN 1 Binjai.  Tindakan yang kurang beretika ini menjadi pembicaraaan para kepsek se Wilayah Binjai dan Langkat dan menjadikan keresahan tersendiri dari kepala sekolah.

Selain berlaku kurang beradab di Binjai, oknum Kacabdis ini juga pernah mengusir salah satu Kepsek SMAN di Langkat pada saat rapat Kepala Sekokah SMA/SMK di Stabat beberapa waktu lalu. Kepala Sekolah SMAN di Langkat ini akhirnya diadukan sendiri oleh gurunya ke kantor  Cabang Dinas Pendidikan Langkat dengan tuduhan melakukan pungli kepada siswa untuk membangun gedung Taman Internet.

"Pengaduan guru- guru SMAN di Langkat itu diduga diseting oleh oknum Kacabdis," ungkap sumber dan pengaduan guru- guru itu diteruskan oknum Kacabdis ke Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara dan Inspektur Propinsi Sumut di Medan.

Tak berapa lama kemudian, kata sumber Mimbar, 4 orang inspektur Propsu menyambangi sekolah tersebut. " Diduga kuat ini settingan oknum kacabdis," beber sumber itu lagi.

Selain berseteru dengan sejumlah Kepsek di Binjai dan Langkat, oknum Kacabdis IA juga berseteru dengan stafnya di kantor cabang di Stabat. Bahkan dengan KTU-nya, oknum IA nyaris adu jotos.

 Sementara Kacabdis P&P Binjai- Langkat, IA saat dikonfirmasi , Minggu,(15/3/2020) melalui telepon selularnya sekaitan tudingan dari para kepsek tindakannya yang arogan dia membantahnya. 

"Saya melakukan tindakan yang tegas karena ini kan dunia pendikan. Saya menginginkan kepsek itu melayani dan bukan minta dilayani, apalagi ada kepsek yang melakukan pungli kepada murid tanpa persetujuan komite, pungutan kepada guru, "ujarnya. 

Terkait gebrak meja dan tendang pintu yang dilakukan, IA minta mana buktinya. Jangan asal menuduh, ini kan era keterbukaan informasi, ujarnya. ***