Jumat, 29 May 2020

Memutus Mata Rantai Penyebaran Corona

Soekirman: GTPP Covid-19 Sergai Lakukan Tindakan Preventif


#jack, medan

Semenjak terbentuknya Gugus Tugas ini dan pasca ditetapkannya Kabupaten Serdang Bedagai masuk zona kuning dalam peta sebaran Covid-19 Gugus Tugas Provinsi Sumatera Utara, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Serdang Bedagai terus melakukan tindakan preventif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Bertuah Negeri Beradat ini.

Demikian dikatakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sergai Ir H Soekirman dalam temu pers di Posko GTPP Sergai, Selasa (19/5/2020).

Menurut Soekirman, masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai beberapa waktu yang lalu ditimpa oleh musibah yaitu bencana alam angin puting beliung. Bencana alam ini terjadi di beberapa Kecamatan yaitu di Kec Perbaungan, Pantai Cermin, Pegajahan Teluk Mengkudu dan Tebing Syahbandar. Bencana ini mengakibatkan kerugian materil yaitu rusaknya ratusan rumah warga, baik ringan maupun rusak berat.

Jika dirinci, ratusan titik kerusakan yang diakibatkan bencana angin puting beliung tersebut terdapat di 8 desa yaitu di Kecamatan Perbaungan, sebanyak 6 desa di Kecamatan Pantai Cermin, kemudian ada 3 desa di Kecamatan Teluk Mengkudu dan masing-masing 1 Desa di Kecamatan Pegajahan dan Tebing Syahbandar. Total kerusakan yang terdata sebanyak 248 bangunan/rumah baik yang mengalami kerusakan ringan maupun kategori rusak berat.

GTPP Covid-19 Sergai bersama unsur Forkopimda yang dikomandoi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai bereaksi cepat dengan melakukan peninjauan dan langsung menyalurkan bantuan berupa paket sembako serta material/bahan bangunan kepada para korban yang tertimpa musibah. Respon cepat dan tanggap oleh GTPP Covid-19 Sergai ini, dilakukan sesaat atau pada kesempatan pertama setelah bencana terjadi. Tentunya seraya memberikan semangat kepada masyarakat yang menjadi korban untuk tetap tabah dan sabar serta semoga bisa segera bangkit dari musibah.

GTPP Covid-19 Sergai, sampai dengan saat ini masih dan terus menerima donasi berupa bahan-bahan makanan pokok (sembako) dan Alat Pelindung Diri (APD) dari para donatur, baik pengusaha, Pemerintah Provinsi, Kelompok dan Organisasi maupun warga yang berempati terhadap bencana non alam pandemi covid-19 yang sedang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai.

Semua bantuan yang diterima oleh Posko Gugus Tugas segera didistribusikan kepada masyakat yang terdampak dengan mekanisme yang transparan, akuntabel dan tepat sasaran. Hal ini dibuktikan dengan terdatanya secara lengkap pihak-pihak pemberi donasi dan masyarakat penerima bantuan secara administratif di Posko Gugus Tugas.

“Kami tidak pernah lelah mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan diri, rajin mencuci tangan dengan sabun, gunakanlah masker setiap beraktivitas di luar rumah, rutin berolahraga serta makan makanan yang bergizi untuk menjaga keseimbangan dan immunitas tubuh, dan jangan lupa stay at home, tetap di rumah saja untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” ujar Soekirman.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai yang ada di Kabupaten ini serta yang berada di luar daerah agar tidak mudik pada momen bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H nanti,” ujarnya.
Selanjutnya dalam waktu dekat, Pemkab Sergai bekerjasama dengan Tiga Pilar Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) yaitu DPRD, TNI dan Kepolisian akan menyalurkan bantuan yang berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Untuk Kabupaten Serdang Bedagai ditujukan kepada 51.084 Kepala Keluarga, datanya sudah terverifikasi oleh Dinas Sosial Kab Serdang Bedagai. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini yaitu berupa paket sembako. Adapun paket sembako tersebut masing-masing terdiri dari beras IR 64 sebanyak 10 kg, minyak goreng dalam kemasan 2 kg, gula pasir 1 kg, mie instan dan susu kental manis yang jika ditotalkan setara nilainya dengan Rp 225.000.

Bantuan berupa sembako dari Pemprovsu ini mulai didistribusikan hari Senin (18/5) oleh Induk Koperasi TNI Angkatan Darat (Inkopad) ke 8 kecamatan dan 9 kecamatan lainnya akan ditangani oleh Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol).

Kami berharap kerja sama dan koordinasi yang terintegrasi antara 3 pilar Forkopimda dalam penyaluran bantuan yang didukung oleh seluruh unsur Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) di 17 Kecamatan Kabupaten Serdang Bedagai. Demikian juga hendaknya, ada keterlibatan Kepala Desa dan Kepala Dusun, dapat mengambil bagian dalam pendistribusian dengan tepat sasaran. Harapan saya tentunya semua masyarakat yang terdampak dan terdaftar sebanyak 51.084 KK tersebut dapat menerima bantuan ini.

Selanjutnya, GTPP Covid-19 Sergai dalam waktu dekat juga akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa di 17 Kecamatan pada 237 Desa di Sergai. Hal ini akan difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sergai sesuai data yang sudah terverifikasi sebanyak 19.789 KK Penerima Dana BLT. BLT akan diprioritaskan
Kepada masyarakat yang mengalami penurunan atau bahkan kehilangan pemasukan sama sekali. Masyarakat yang tergolong sebagai “miskin baru” ini mungkin belum menerima bantuan apa-apa dari pemerintah, entah itu penerima PKH, BST dan yang lainnya. Untuk jumlah BLT, per kepala keluarga (KK) akan menerima sejumlah Rp, 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) selama 3 bulan yaitu April, Mei dan Juni.

Sebanyak 10 Desa di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Dolok Masihul ada 9 desa dan Kecamatan Pegajahan 1 desa, BLT-nya akan disalurkan kepada masyarakat pada tanggal 20 Mei 2020. Sedangkan sisanya sebanyak 227 Desa di 17 Kecamatan, penyaluran BLT-nya akan berproses di bulan Mei ini juga.

Kita berharap tentunya penyaluran ini tepat sasaran karena data yang ada sudah diverifikasi dan telah dimusyawarahkan oleh unsur Pimpinan Kecamatan, Desa maupun Dusun lewat pertemuan yang juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.

Kita sudah memasuki minggu terakhir di Bulan Ramadhan dan akan menyambut Perayaan Idul Fitri 1441 H. Terkait penyelenggaraan ibadah bersama Sholat Idul Fitri tahun ini dapat tetap dilaksanakan di Mesjid-Mesjid, namun tetap mengutamakan aspek kesehatan dengan memperhatikan protap pencegahan penularan Covid19.

Hal ini agar menjadi perhatian bagi seluruh pengurus Mesjid yang menyelenggarakan Sholat Idul Fitri bersama nantinya.

Sedangkan untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri resmi bersama pemerintah di lapangan berdasarkan Tausiah MUI untuk tahun ini tidak kita adakan. Kiranya silaturahmi Idul Fitri juga dapat terlaksana dengan memperhatikan disiplin protokol kesehatan dan imbauan pemerintah atau dapat juga dilakukan secara digital melalui berbagai aplikasi video conference yang saat ini dapat kita gunakan.

Terakhir, kondisi terkini sebaran Covid-19 di Kabupaten Sergai berdasarkan data yang ada dari Gugus Tugas per tanggal 18/05/2020 pukul 19.00 WIB, diperoleh data sebagai berikut:

Warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 17 orang, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang. Selanjutnya Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 9 orang dan Positif Covid19 sebanyak 1 orang yang dinyatakan sudah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. ***