Senin, 21 August 2017

Lepas Kontingen Raimuna Nasional XI 2017

Wagub Minta Peserta Sumut Jaga Kekompakan


# jack, medan

Melepas peserta Raimuna Nasional XI 2017, Kontingen Sumatera Utara (Sumut), Wakil Gubernur Sumut Hj Nurhajizah Marpaung menyampaikan pesan kepada generasi muda yang akan mengikuti rangkaian kegiatan untuk tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan serta tolong menolong di antara sesama.

Sebagaimana diketahui, Raimuna Nasional XI 2017 akan berlangsung mulai 13-21 Agustus mendatang di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Seluruh peserta dari 34 provinsi/514 kota se-Indonesia akan ikut ambil bagian dalam acara perkemahan akbar tersebut. Karenanya Wagub berharap kehadiran kontingen Sumut pada event itu bisa menjadi duta yang berperan mempromosikan potensi daerah di tingkat Nasional.

“Keikutsertaan kontingen Sumatera Utara yang terdiri dari pembina, pendamping, petugas pameran, peserta lokakarya dan peserta didik utusan Kwarcab Sumut, merupakan wujud dari rasa antusiasme dalam mendukung kegaitan kepramukaan secara Nasional,” ujar Nurhajizah dalam sambutannya, Senin (7/8).

Wagub juga meminta agar kontingen Sumut bisa menunjukkan keseriusan, kesunguhan dan semangat serta motivasi tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegaitan mulai dari yang umum, petualangan, kecakapan hidup, wawasan, kewirausahaan, global development village bakti, seni budaya, wisata sampai pada kegiatan pilihan dan khusus.

“Tetap jaga keompakan, kebersamaan dan sensitivitas serta tolong menolong di antara sesame angota pramuka, baik secara internal sesame kontinge Sumatera Utara maupun dengan lainnya. Selalu ingat untuk menjadikan ajang Raimuna Nasional ini sebagai tempat belajar menimba ilmu sebagai bekal melangkah ke depan yang penuh tantangan,” sebut Wagub.

Disebutkan Nurhajizah bahwa Raimuna Nasional yang akan diikuti oleh Gerakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega merupakan kegiatan yang akan diisi dengan aktivitas yang bersifat kreatif, produktif, edukatif, inovatif dan rekreatif dalam bentuk perkemahan yang berlangsung satu kali dalam lima tahun. Khusus untuk generasi muda, bagaimaan memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian sebagai simpul pengikat rasa persatuan dan kesatuan.

“Kita ketahui bersama, dampak globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menyebabkan gencarnya pengaruh budaya luar baik bersifat konstruktif maupun destruktif. Kondisi ini sangat memerlukan kekokohan jati diri sebagai bangsa Indonesia untuk tidak terpengaruh pada pergaualn bebas dan obat terlarang, apalagi sekarang sudah ada jenis baru yang bisa berdampak buruk,” jelas Nurhajizah.***

 

Foto

Wagubsu Foto bersama Peserta Raimuna Nasional XI Kontingen Sumatera Utara.