Minggu, 18 August 2019

Laboratorium dan Ruang Sanggar Seni SMP 39 Rubuh


#hendrik-rompas, belawan

Dua unit bangunan di SMP 39 Kelurahan Labuhan Deli tidak dipergunakan lagi. Diantara 1 unit banguna permanen Gedung Laboratorium selama 6 tahun tidak dipergunakan itu kini keadaannya rusak parah dan Gedung Sanggar Seni runtuh sudah 2 tahun lebih tidak ada perhatian dari Dinas Pendidikan Kota Medan.

Sementara itu seluruh murit murit sekolah saat akan mengkuti pelajaran di Laboratorium hanya mendapat keterangan dari guru guru SMP 39 saja dan tidak bisa melakukan praktek sebagai mana mestinya. Lain lagi gedung Sanggar Seni Budaya yang runtuh sejak 2 tahun yang lalu juga tidak ada perhatian dari Dinas Pendidikan para murid yang akan belajar olah seni hanya diruangan kelas saja.

Informasi yang dditerima wartawan bahwa tidak dipakainya ruangan Laboratirium selama 6 tahun lebih dan runtuhnya tempat belajar Seni Budaya di SMP 39 tidak bias dipergunakan lagi. Keadaan bangunan Laboratorium tersebut hanya dipergunakan  hanya untuk menumk meja dan kursi yang rusak dan didalam ruangan digenangi air dan lantai serta dindingnya sudah berlumut.

Kepala SMP Negeri 39, Ester Br Simanjutak SPD saat ditemui untuk konfirmasi tentang Bangunan Laboratorium yang sudah 6 tahun tidak dipergunakan belajar dan mengajar dan runtuhnya bangunan Sanggar Seni Budaya yang sudah 2 tahun runtuh tersebut tidak ada perhatian dari Dinas Pendidikan Kota Medan dan Kepala Sekolah SMP 39 tidak bersedia ditemui dengan berbagai macam alasan.

Sementara itu menurut Drs. Najamuddin anggota Komite sekolah SMP 39 mengatakan bahwa Ruangan Laboratorium tersebut sudah 6 tahun tidak dipergunakan karena kondisinya rusak parah dan begitujuga juga dengan bangunan Sanggar Seni Budaya yang runtuh itu,sudah 2 tahun lebih tidak ada perhatiannya. Padahal ketua Komite sekolah ini H T Bachrumsyah anggota DPRD Kota Medan dari Praksi PAN kok tidak ada reaksinya ya, kata sumber sumber kepada wartawan.***

Foto Bangunan Sanggar Seni SMP 39 yang runtuh. ***