Selasa, 21 November 2017

Akibat Rubuhnya Jembatan Titi II Sicanang

Berdampak Terlambatnya Siswa dan Guru Belajar Mengajar


#hendrik-rompas

Puluhan tenaga pengajar SD dan SMP yang mengajar diperguruan Negeri Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan sewaktu akan mengajar terlambat akibat jembatan darurat yang dipergunakan untuk menyeberang roboh.

Keterlambatan para guru guru tersebut tiba disekolahnya karena setibanya di jembatan TITI ll yang rubuh tersebut harus antri sewaktu akan menyeberang ke Kelurahan Belawan Sicanang . Bukan hanya guru guru saja yang terlambat mengajar tapi seratusan murit murit sekolah SD dan SMP juga terlambat saat akan belajar.

Lambatnya puluhan guru dan ratusan murti murit SD dan SMP ini diakibatkan Bus maupun sepeda yang ditumpangi guru dan murit murit tersebut karena bus dan sepeda motor yang mereka tumpangi harus berhenti dan mereka harus berjalan kaki sejauh 200 hingga 400 meter baru bisa mendapat tumpangan untuk sampai ke sekolahnya.

Hal tersebut disampaikan Ibu br Barus yang mengajar di SMP di sekolah Kelurahan Belawan Sicanang Belawan kepada wartawan ini saat berada dilokasi jembatan yang runtuh, jembatan tersebut dibuat tidak sesuai bestek dan bila ada kendaraan yang melintasi maka jembatan tersebut menjadi goyang. 

Para guru dan murit murti sekolah yang berada didalam Kelurahan Belawan Sicanang berharap Pemerintah segera membangun jembatan darurat yang bisa dilintasi Bus morina dan sepeda motor untuk membawa guru dan anak anak sekolah tersebut.***

Foto para guru dan murit sekolah yang akan menyeberang.(*)