Senin, 20 May 2019

Wali Kota Buka Puasa Bersama Pimpinan Organisasi Islam


#isvan, medan

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengungkapkan, organisasi Islam, alim ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kantor Urusan Agama (KUA), Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  pelaku pembangunan terdepan dalam pembangunan Kota Medan.

“Semuanya memiliki fungsi yang sangat menonjol dalam pembangunan di ibukota Provinsi Sumatera Utara,” kata Wali Kota ketika buka puasa bersama dengan pimpinan dan unsur organisasi Islam, alim ulama, MUI, IPHI, KUA, Kemenag Kota Medan dan Baznas di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman Medan, Senin (13/5/2019).

Berdasarkan pandangan Wali Kota, organisasi Islam, alim ulama, MUI, IPHI, KUA, Kemenag Kota Medan dan Baznas merupakan mitra kerja Pemko Medan dalam memunculkan gagasan perubahan dalam pembangunan, khususnya bidang sosial dan keagamaan sekaligus bertindak sebagai kontrol sosial.

Sekaitan itu, melalui buka puasa bersama ini, Wali Kota berharap ada beberapa makna pokok yang bisa dipetik diantaranya, makna silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah sehingga dapat mempersatukan semua dalam membangun kota yang lebih baik. Kemudian, makna kohesi sosial yang mencerminkan sikap-sikap toleransi yang kokoh di antara sesama warga.

‘Buka puasa bersama ini juga dapat melahirkan makna persatuan dan kesatuan, persaudaraan serta kesetiakawanan sosial. Serta makna partisipatif, artinya kita semua ingin berpartisipasi untuk memberikan sumbangsih terhadap pembangunan kota,’’ ungkapnya.

Pada acara dihadiri Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi, Sekda Ir Wiriya Alrahman MM, Kakan Kemenag Medan Impun Siregar, Ketua IPHI Ilyas Halim, Ketua Baznas H Azwar, alim ulama dan kepala KUA se-Kota Medan, Wali Kota menerangkan berbagai keberhasilan pembangunan dan berharap segala kekurangan harus diatasi.

Namun, mengatasinya tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus membangun komitmen bersama. ’Komitmen bersama inilah yang harus kita wujudkan dalam bentuk karya nyata dan aktual, sebagai energi besar kita untuk mengatasi masalah pembangunan kota yang ada,’’ pungkasnya.  (isvan)