Selasa, 7 July 2020

Wagubsu Prihatin Sumut Masuk Tujuh Besar Penderita HIV-AIDS


# jack, medan

Wakil Gubernur Sumatera Utara DR Hj Nurhajizah Marpaung mengaku prihatin dengan tingginya angka kasus penderita HIV-AIDS di Sumatera Utara. Apalagi Sumut berada diurutan ke 7 dari 10 propinsi dengan data kasus HIV-AIDS terbesar di Indonesia.

Hal ini dikatakan Nurhajizah Marpaung saat menerima Komisi Penanggulangan HIV-AIDS Sumatera Utara di ruang kerjanya lantai 9 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Selasa (09/05/2017).

Didampingi Kabid Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo, Afini Wagubsu mengatakan perlu adanya perhatian dan upaya khusus seperti halnya sosialisasi yang gencar kepada masyarakat.

"Kita sangat prihatin dengan situasi ini. Terlebih kepada para korban HIV AIDS yang ditularkan oleh pasangannya. Sosialisasi perlu lebih kencang disampaikan kepada masyarakat kelas bawah karena mereka pastinya membutuhkan informasi yang akurat. Sementara masyarakat kelas atas sudah mempunyai kesadaran untuk mendapatkan informasi tentang HIV-AIDS,"ujar Wagubsu.

Terkait persoalan anggaran yang menjadi persoalan utama yang dihadapi komisi Penanggulangan HIV-AIDS Wagubsu mengatakan akan menfasilitasi serta memanggil stake holder terkait untuk mendapatkan solusinya.  

Sebelumnya Sekretaris KPAI Sumut Drs. Rahmatsyah MM menyampaikan bahwa sampai dengan januari 2017 kasus HIV AIDS tercatat oleh dinas kesehatan Sumut  sebanyak 8272. Dengan perincian HIV sebanyak 3411 dan AIDS sebanyak 4861 kasus.

Dikatakan Rahmatsyah sejumlah program telah siap untuk dilaksanakan untuk tahun 2017. Sayangnya karena terbentur persoalan anggaran tidak mencukupi maka masih tertunda.

"Tahun ini kita hanya mendapatkan  dukungan dana dari global Foundation. Kita berharap Pemrovsu juga terlibat dalam pendanaan seperti tahun tahun sebelumnya,"harapnya.

Dijelaskannya beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya sosialisasi HIV AIDS kepada masyarakat melalui media massage. Pelatihan pemberdayaan ODHA Dan LSM peduli AIDS, Workshop Perda.

Dengan sejumlah Kegiatan yang disiapkan, rahmatsyah berharap dapat di hasilkan peningkatan pemahaman Dan kesadaran masyarakat  tentang HIV AIDS, Adanya Perda AIDS di Sumatera Utara. Tersedianya data data yang telah terikat sehingga dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan  program penanggulangan HIV-AIDS yang efektif dan efisien di Sumatera Utara.***