Senin, 9 December 2019

Peringati Tahun Baru Hijriah di Sumut

Prof. Dr. Syahrin Harahap: Belajar dari Sejarah Hijrah Nabi


# rizam, medan

Salah satu di antara strategi Rasullullah Muhammad SAW dalam membangun masyarakat Kota Madina yang islami dengan pengalihan konglomerasi dari monopoli kaum Yahudi ke umat Islam.

Demikian di antara isi ceramah Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Syahrin Harahap MA dalam acara peringatan Tahun Baru Hijriah 1438 H yang berlangsung di Kantor MUI Provinsi Sumatera Utara Jalan Sutomo Medan, Minggu, (2/10/2016).

"Jadikan begini, begitu masuk umat islam ke sana (Madinah) waktu itu, konglomerasi itu ada di tangan Yahudi. Sedangkan masyarakat yang sedang ingin dibangun adalah masyarakat yang menyampaikan risalah yakni masyarakat islam. Oleh karenanya, bila konglomerasinya model seperti ini, maka masyarakat yang akan dibangun itu tidak akan memenuhi kreteria seperti pesan yang dibawa oleh rasullullah," terang Syahrin.

Lebih lanjut Prof. Dr. Syahrin Harahap MA menjelaskan, kondisi sosial masyarakat Madina kala itu dengan masyarakat kita sekarang ini tak jauh berbeda. Konglomeratnya orang lain, pribuminya gak bisa apa - apa.

"Sekarang, kita juga mengalami keadaan yang kurang lebih sama. Jadi jangan menyerah," ujar Syahrin seraya mempertanyakan adakah kita pernah membayangkan bahwa pada suatu saat orang Melayu yang sudah pindah ke Percut, balik ke pusat kota Medan, tinggal di pusat kota Medan meguasai semua sarana prasana dan akses - akses kehidupan di kota.

Jika belajar dari sejarah Hijrah Nabi, sambungnya, hal itu terjadi. Di mana rasullullah berhasil menguasai kembali sumber - sumber ekonomi. "Kalau hijrah nabi sebagai contohnya, itu terjadi. Setelah nabi bersama umat keluar, kemudian nabi balik menguasai kota itu. Sekarang berani, 'gak kita berfikir, belajar dari sejarah nabi itu bahwa kita juga dapat melakukannya," tegas Syahrin mencontohkan revolusi al - Balad.

Dalam acara bertemakan "Dengan Memperingati Tahun Baru Hijriah Kita Bangkitkan Semangat Mempertahankan Akidah Umat", dirangkai dengan pembagian kalender Hijriah yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Utara T. Erry Nuradi, serta ratusan umat dari berbagai organisasi islam tersebut, Prof. Syahrin Harahap menceritakan secara detail strategi rasullullah Muhammad SAW yang berhasil merebut kembali sumber - sumber ekonomi dengan mengalihkan konglomerasi dari monopoli Yahudi masuk ke orang Islam dengan cara mengumpul pengusaha - pengusaha yang ikut hijrah pada waktu itu termasuk Usman untuk mencoba mencari bagaimana usaha - usaha agar umat islam ini juga ikut di dalam kegiatan ekonomi. Selain itu, kata Syahrin, untuk mewujudkan kondisi sosial yang lebih islami, rasullullah juga membangun kerjasama umat sehingga mereka saling membantu. Syahrin mengutip al - Quran surat Al - Anfal ayat 72 yang menyebutkan bahwa umat islam itu harus menjadi penolong dari satu bagi yang lain. Lalu dilanjutkan di ayat 73 yang menyebutkan bahwa orang kafir itu bersekutu juga. Jika kamu tidak bersatu, kamu harus paham bahwa orang kafir itu juga bersekutu. Maka jika mereka (orang kafir) bersekutu maka akan terjadi fitnah di bumi, kekacauan dalam kehidupan sosial dan kerusakan yang besar.

Maka salah satu di antara upaya pengalihan konglomerasi adalah dengan menjalin persatuan umat dalam hal ekonomi. Terpisah, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (LHKP - PWMSU), Shohibul Anshor Siregar mengatakan apa yang disampaikan Prof. Dr. Syahrin Harahap merupakan teguran terhadap umat islam dan pemerintah Indonesia. "Itu adalah teguran dan cambuk yang sangat keras terhadap umat islam di Indonesia. Karena, tanggung jawab umat islam lebih besar terhadap negara. Jangan percayakan kepentingan umat islam kepada pemerintah. Sebab, oknum - oknumnya sangat memusihi islam," tandas Shohib. ***


Photo ; Prof. Syahrin Harahap (paling kanan) dan Gubsu (tengah) dan pembicara lainnya