Sabtu, 15 December 2018

Perhatikan Sertifikat Halal di Restoran!


#mahbubah, medan
Umat muslim harus memperhatikan sertifikat halal sebelum menyantap makanan di restiran.

"Kalau tidak ada label halal di restoran, jangan makan di situ.Kalau tidak haram, bisa jadi itu tidak halal, jadi subhat. Kalau banyak masuk subhat ke badan, rusak kita," imbau Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Sumut, Prof Dr Ir Basyaruddin MS di Medan, Rabu (21/11/2018).

Ia menegaskan, sertifikat halal harus menjadi pedoman umat muslim sebelum makan di restoran. Prof Basyaruddin memperkirakan, ada dua kemungkinan pengelola restoran tidak memiliki sertifikat halal. Pertama, belum diurus dan kedua, memang tidak lulus sertifikasi halal. "Artinya mereka tidak memenuhi syarat. Jangan anggap ketika MUI ini dibayar langsung keluar sertifikatnya, tidak, kita harus sesuai standar," tuturnya.

Prof Basyaruddin menegaskan, ada sejumlah indikator dalam menentukan halal-tidaknya makanan di restoran. Dari sisi bahan, lanjutnya, harus terjamin kehalalannya. Kemudian dari sisi proses penentuan halal-tidaknya. Salah satu contohnya, menjual daging sapi. “Kalau di Medan ada beberapa RPH (Rumah Potong Hewan, red) yang sudah terjamin prosesnya, salah satunya RPH Medan. Tapi banyak RPH yang tidak. Kita tidak bilang itu haram, tapi kita tidak bisa mengatakan itu halal itu saja. Lalu soal lingkungan, kebersihannya," paparnya.

Pada kesempatan itu, Prof Basyaruddin menjelaskan, sertifikasi halal adalah bagaimana kemampuan sebuah produksi itu menjamin najis itu untuk tidak terlibat didalamnya atau terkontaminasi didalamnya. "Menerbitkan sertifikat halal supaya orang tidak ragu. Kemajuan teknologi saat ini banyak hal-hal yang merugikan. Bahan kita nggak tahu dari mana, impor atau macam-macam. Siapa saja boleh, Islam, non muslim, selama dia memastikan standar itu," tandasnya. ***

Teks Foto: Prof Basyaruddin memberikan penjelasan kepada para wartawan di Medan, Rabu (21/11/2018). Foto Mahbubah Lubis