Minggu, 21 July 2019

Pemprovsu Sambut Baik

Bansos Rumah Ibadah Kembali Dianggarkan


# iswady, medan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyambut baik dana bantuan sosial (bansos) untuk pembangunan rumah ibadah kembali dianggarkan dalam APBD. Pun begitu, Pemprovsu  menilai perlu ada perbaikan dalam segi penerimaan dan lainnya, agar terhindar dari masalah seperti bansos sebelumnya. 

"Boleh saja, karena memang ada di Permendagri tentang itu, tapi kita tertibkan terlebih dulu agar tidak menjadi masalah seperti yang lalu. Kita akan tertibkan, mungkin dari sisi jumlahnya, tipe kelas dan lainnya, karena ada indikatornya," kata Gubernur Sumut T Erry Nuradi yang dimintai tanggapanya, Rabu (7/12).

Sementara, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Dr Arifinsyah mengapresiasi, kalau dana bansos untuk rumah ibadah dianggarkan kembali. Dr Arifinsyah pun berpesan penyaluran dan penggunaanya jangan sampai melanggar regulasi.

"Jadi Ada keseimbangan antara regulasi dengan kebutuhan. Kesannya dua tahun lalu itukan adanya kegamangan, sehingga regulasi yang membenarkan untuk itu tidak terealisasi. Padahal itu hak masyarakat dan kewajiban UU," pungkasnya.

Dia khawatir, jika yang seperti ini tidak direspons positif oleh pemerintah maka masyarakat nanti bisa distrust. Artinya, konsepnya keagamaan pancasila bagus, tetapi pelaksanaannya mengarah liberal. "Kalau rumah ibadah tidak dibantu, kegiatan keagamaan tidak dibantu berarti meninggalkan religiusitas," tegas Arifinsyah.

Dijelaskannya, dalam sebuah pembangunan rumah ibadah yang terbaik itu adalah tidak terlepas dari nilai-nilai religius. Salah satu penguatan nilai religius itu adalah bagaimana umat beragama ini nyaman dalam melaksanakan ibadah.

"Salah satu kenyamanan itu punya rumah ibadah yang representatif. Untuk itu perlu dukungan dari semua elemen, agar semua masyarakat ini memiliki rumah ibadah yang representatif, jika mungkin produktif," katanya.

"Karena ada juga rumah ibadah yang tidak produktif. Artinya, penggunaannya tidak memenuhi optimalisasi pembinaan umat secara spritual dan ekonomi. Padahal, rumah ibadah itukan bisa dijadikan sentra perekonomian," jelasnya. ***