Rabu, 20 March 2019

Mengungkit Soal Baju Lurik

Wage Triatman : Seharusnya Ribut Santoso Berbesar Hati


#jaka, asahan

Etnis Jawa yang tergabung dalam Paguyuban Pujakesuma Kabupaten Asahan marah , setelah mendengar dan membaca stetemen yang disampaikan mantan ketua DPD Pujakesuma Asahan Ribut Santoso sebagaimana dilansir oleh beberapa media baik media online maupun cetak beberapa hari lalu, pasca pemberhentiannya selaku ketua DPD Pujakesuma Asahan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD Pujakesuma Kabupaten Asahan Wage Triatman mengatakan, pernyataan yang disampaikan mantan ketua DPD Pujakesuma Asahan Ribut Santoso melaui media online maupun cetak beberapa waktu lalu, sungguh sangat disayangkan. 

"Sesungguhnya pengeluaran uang sebanyak Rp.500 juta seperti yang disampaikan, secara tertulis tidak ada dalam catatan pembukuan manajemen di kantor Pujakesuma Asahan dan hitungan pengeluaran yang diklaim milik Ribut Santoso hingga mencapai ratusan juta tersebut diambil dari mana, hingga kini seluruh pengurus yang ada masih mencari kebenarannya," terang Wage didampingi Sekrtaris DPD Pujakesuma Asahan Sumantri, S.H. serta beberapa pengurus lainnya kepada Wartawan, Selasa (8/1/2019).

Terlebih lagi soal pemberian baju lurik yang di berikan  kepada warga Pujakesuma beberapa waktu lalu, juga menjadi persoalan, namun demikian seluruh warga Pujakesuma Asahan akan mengembalikan baju tersebut , bila hal tersebut diungkit lagi.

"Seharusnya Ribut Santoso berbesar hati seperti kata pepatah jawa " Rame ing gawe , sepi ing pamrih, memayu hayuning bawono," terang Wage dengan logat kejawennya.

Terlebih lagi dalam pakta intregitas yang ditanda tangani Ribut Santoso saat hendak mencalonkan sebagai ketua DPD Pujakesuma Asahan beberapa waktu lalu, juga tercantum salah satunya pada poin ke delapan yang berbunyi "memberikan bantuan baju Pujakesuma kepada seluruh pengurus Pujakesuma mulai tingkat pengurus DPP, DPC dan pengurus Deperan desa / kelurahan yang total keseluruhan 13.550 pengurus .

"Lah kalau itu yang diungkit-ungkit, kami warga Pujakesuma akan mengembalikan baju tersebut, dan perlu dicatat juga, bahwa hingga saat ini untuk  Deperan desa dan Kelurahan hingga saat ini baju yang dijanjikannya belum juga terealisasi,"  kata Wage.

"Warga Pujakesuma itu guyub dan rukun, namun bila dibuat seperti itu tentunya akan menjadi marah dan warga Pujakesuma di Asahan ini juga sanggup dan bersedia mengembalikan," tutupnya. ***