Minggu, 5 July 2020

Mahasiswa UPMI Belajar Pertanian di BIH Gedung Johor


medan, ferry
Puluhan pohon induk dan benih, rata-rata berlabel putih dan ungu, termasuk varietas unggul nasional ada di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Benih Induk Hortikultura (BIH) Gedung Johor.

Hal itu dikemukakan Kepala UPTD BIH Gedung Johor, Ir Bahruddin Siregar MM saat menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Masyarakat Indonesia (UPMI) yang melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan di kebun Unit Gedung Johor, Rabu (1/3/2017). Menurutnya, PKL menjadi momen penting bagi setiap peserta untuk turun secara langsung bercocok tanam secara baik dan benar. Hal ini disebabkan, ilmu yang diperoleh secara teoritis berbeda dengan kenyataan di lapangan.

“Manfaatkan kesempatan selama magang ini dengan banyak bertanya dan secara sungguh-sungguh mengikuti materi yang disampaikan para pembimbing di lapangan,” imbaunya yang saat itu didampingi Kepala Tata Usaha, Ir Sri Wahyuni Putri, Kepala Seksi Produksi, Ir Lovie R Purnama, dan Kepala Seksi Pelayanan Teknis, Supriadi BSc

Ia mengklaim, BIH Gedung Johor rutin menerima para pelajar dan mahasiswa yang ingin melakukan penelitian dan PKL. Tak hanya dari wilayah Sumatera Utara, tapi juga luar provinsi seperti Nanggroe Aceh Darussalam. “Ini merupakan sisi sosial BIH dalam mengedukasi masyarakat tentang pertanian, terutama tanaman hortikultura,” tukasnya.

Sementara, Ir Lovie R Purnama menambahkan, beberapa pohon induk yang dimiliki BIH Gedung Johor diantaranya Kuini Barus asal Tapanuli Tengah, Belimbing Sembiring asal Pancurbatu, Deliserdang, jambu air madu deli hijau dan kesuma merah, cempedak Sumana, rambutan Brahrang, pisang barangan asal Deliserdang, jambu biji deli, pisang keprok Bangun Sari asal Deliserdang, nenas asal Simalungun, Duku Tembung serta Sawo asal Asahan.

“Tanaman buah varietas unggul ini sudah dilepas pihak Kementerian Pertanian. Fungsi BIH Gedung Johor mengumpulkan benih varietas unggul yang sudah dilepas pihak Kementan,” paparnya.

Nantinya, kata Lovie, benih induk itu dikembangkan oleh penangkar tanaman, sehingga turunannya bisa dijadikan sebagai benih sebar. "Awalnya kita kumpulkan benih unggul itu, kemudian kita bagikan ke penangkar untuk dikembangkan. Turunan yang dikembangkan penangkar itu dijadikan benih sebar yang akan ditanam petani," sebutnya.

Mewakili mahasiswa, Gerry Permana Gultom mengaku berterima-kasih diberi kesempatan untuk magang di BIH Gedung Johor. “Ini kesempatan yang sangat berharga buat kami dan akan kami manfaatkan semaksimal mungkin,” ujar mahasiswa Fakultas Pertanian semester VI ini. ***

Teks Foto: Kepala UPTD BIH Gedung Johor, Ir Bahruddin Siregar MM saat menerima mahasiswa Fakultas Pertanian UPMI yang hendak magang selama satu bulan di BIH Gedung Johor, Rabu (1/3/2017). Foto Ferry