Kamis, 15 November 2018

Ketua Pokja ULP DKPP Provsu, Azhadi Halomoan;

“Pengadaan Bibit Kambing Sesuai Prosedur...”


#fey, medan
Proses penetapan pemenang pengadaan 2.000 ekor kambing dari Kegiatan Pengembangan Pembibitan Kambing Hasil Produksi Peternakan bersumber APBD 2018, telah sesuai prosedur. Penegasan itu dikemukakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provsu, Azhadi Halomoan Dalimunthe, di ruang kerjanya kawasan Jalan Medan-Binjai, akhir pekan lalu.

“Pokja bertanggungjawab terhadap pelaksanaan lelang. Menentukan pemenang bukan asal-asalan, ada persyaratan yang wajib dipenuhi setiap peserta,” ungkapnya menyampaikan hasil evaluasi Pokja 016-B berdasarkan Perpres No 54 Tahun 2010 beserta aturan perubahan dan turunannya.

Apalagi, kata Azhadi, kegiatan itu tercantum di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provsu dalam Lelang Pokja 016-B dengan kode 8173027. “Artinya, setiap perusahaan bisa mendaftar sebagai peserta lelang karena diumumkan secara terbuka,” tuturnya yang saat itu mendampingi Kepala DKPP Provsu, Ir Dahler Lubis MMA dan Sekretaris, Zubair.

Ia menyatakan, sebanyak 63 perusahaan terdaftar di LPSE Provsu sebagai peserta lelang. Dari jumlah tersebut, hanya delapan perusahaan yang memasukkan penawaran. Delapan perusahaan dimaksud adalah CV Sumber Sentosa Investama dengan penawaran senilai Rp5.910.000.000, CV Agro Riau Pesisir (Rp6.204.500.000), PT Melayu Muda Konstruksi (Rp6.538.000.000), PT Rogantina Jaya Sakti (Rp6.980.000.000), CV Tiga Putra (Rp7.120.000.000), CV Perapat Brothers (Rp7.129.000.000), PT Ananta Cahaya Hamzah (Rp7.573.000.000) dan PT Dua Telaga Batanggadis (Rp7.595.000.000).

“Perusahaan yang mengajukan penawaran terendah belum menjamin bisa memenangkan lelang, kecuali bila telah memenuhi persyaratan dan lolos evaluasi,” sebutnya.

Pihak Pokja kemudian melakukan serangkaian evaluasi terhadap delapan perusahaan, terdiri atas evaluasi administrasi, teknis, harga dan kualifikasi. Hasilnya, sejumlah peserta berguguran dan menyisakan empat perusahaan, yakni CV Agro Riau Pesisir, PT Melayu Muda Konstruksi, PT Ananta Cahaya Hamzah dan PT Dua Telaga Batanggadis.

Salah satu perusahaan yang tidak lolos adalah CV Sumber Sentosa Investama, meski mengajukan penawaran terendah senilai Rp5.910.000.000. Pasalnya, dari pagu kegiatan senilai Rp8.000.000.000, pihak Pokja telah menerima HPS (Harga Perkiraan Sementara, red) dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) senilai Rp7.755.600.000, sehingga penawaran yang dianggap wajar tidak melebihi nilai total Harga Perkiraan Sementara (HPS), dan apabila penawaran dibawah 80 persen maka penyedia dikenakan jaminan pelaksanaan sebesar 5 persen dari nilai total Harga Perkiraan Sementara (HPS)

Begitu juga dari sisi evaluasi teknis, lanjutnya, pihak CV Sumber Sentosa Investama tidak menunjukkan/meng-upload bukti kepemilikan/sewa dan bukti kepemilikan dari pemberi sewa atas kandang lahan penampungan ternak yang ada di Sumatera Utara sesuai yang dipersyaratkan. Lebih fatal lagi, beberapa peserta tidak bisa memperlihatkan bukti kepemilikan lahan kandang penempatan hewan kambing sebelum dikirim ke kelompok ternak penerima di kabupaten/kota.

“Ada juga perusahaan yang tidak bisa menunjukkan contoh kambing PE (Peranakan Ettawa, red) melainkan domba,” sebut Azhadi menuturkan kegiatan yang telah melakukan kontrak kerja sejak tanggal 12 Jui 2018 dengan pelaksanaan selama 165 hari kalender itu.

Dari empat perusahaan yang lolos tahap berikutnya tersebut, pihak Pokja kemudian memanggil tiga perusahaan dengan penawaran terendah, masing-masing CV Agro Riau Pesisir, PT Melayu Muda Konstruksi dan PT Ananta Cahaya Hamzah untuk diklarifikasi. Sementara, PT Dua Telaga Batanggadis bakal ikut diklarifikasi setelah ada yang gugur dari ketiga perusahaan tersebut alias sebagai cadangan karena mengajukan penawaran lebih tinggi. “Itu sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Namun, saat diklarifikasi, CV Agro Riau Pesisir yang beralamat di Provinsi Riau tidak bisa memperlihatkan surat kepemilikan lahan kandang penampungan hewan sementara dan tanpa contoh kambing PE yang dipersyaratkan. Begitu juga PT Melayu Muda Konstruksi yang tidak memenuhi undangan klarifikasi dan pembuktian kualifikasi (tidak hadir). Tak pelak, hanya PT Ananta Cahaya Hamzah yang memenuhi persyaratan dan lolos klarifikasi.

“Gugurnya dua perusahaan, yakni CV Agro Riau dan PT Melayu Muda Konstruksi, menyebabkan Pokja mengundang kembali PT Dua Telaga Batanggadis untuk ikut diklarifikasi dan memenuhi persyaratan,” urainya.

Ia menambahkan, tersisa dua perusahaan yang lolos tersebut, yakni PT Ananta Cahaya Hamzah dan PT Dua Telaga Batang Gadis. Mengingat PT Ananta Cahaya Hamzah mengajukan penawaran lebih rendah, maka pihak Pokja kemudian memutuskan untuk memenangkan perusahaan yang beralamat di Medan dan menempatkan PT Dua Telaga Batang Gadis sebagai cadangan bila seandainya pemenang lelang mundur dari kegiatan pengadaan tersebut.

“Jadi, kami sudah menjalankan proses lelang sesuai ketentuan yang berlaku, bukan asal tunjuk saja,” tandas Azhadi.***

Teks Foto: Kepala DKPP Provsu, Ir Dahler Lubis MMA didampingi Ketua Pokja ULP DKPP Provsu, Azhadi Halomoan Dalimunthe (kiri) dan Sekretaris, Zubair (kanan), saat memberikan Klarifikasi Pelelangan Umum Kegiatan Pengembangan Pembibitan Kambing Hasil Produksi Peternakan bersumber APBD 2018, di ruang kerjanya kawasan Jalan Medan-Binjai, akhir pekan lalu. Foto Fey