Jumat, 10 July 2020

Ikrar Bela Negara Radikalisme Muncul Di Pedesaan


# jack, medan

Masyarakat harus bergerak bersama membela negara dengan cara memghempang masuknya pemahaman yang bertentangan dengan Idiologi Pancasila. Aksi teror bom bunih diri merupakan tindakan yang mencoba menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Bela Negara Sumatera Utara (DPP FKBN Sumut) menggagas ikrar bela negara yang akan dilaksanakan Jumat (22/1) di Hotel Grand Antares Medan.

"Situasi berkembang saat ini, sangat tepat untuk mengantisipasi masuknya paham yang bertentangan dengan idiologi bangsa. FKBN menjadi penggerak bagi lapisan masyarakat untuk sama - sama berikrar membela negara," kata Ketua DPP FKBN Sumut Yonge LV Sihombing di gedung DPRD Sumut, Rabu (20/1).

Ditargetkan ikrar bela negara akan diikuti 500 orang lebih dari berbagai elemen masyarakat, julai dari unsur musyawarah pimpinan daerah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, akademisi, rohaniawan, lintas profesi dan masyarakat umum.

Pihaknya meminta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan hadir di acara dan menyampaikan pengarahan agar masyarakat Sumut tidak perlu takut atas ancaman bom. Menepis isu Sumut menjadi target kedua setelah Jakarta.

"Kita sudah menhurati Menkopolhukam untuk hadir, memberikan penguatan kepada masyarakat Sumut, agar tidak takut dan kalah dwngan tindakan radikal terorisme, ISIS dan gerakan yang ingin menghancurkan NKRI," katanya di dampingi Sekjen FKBN Mukka Silaen.

Kesempatan itu disampaikanya, FKBN menargetkan mengangkag kader sampai 1 juta orang hingga 10 tahun mendatang. Kader dari lintas profesi ini akan menjadi penggerak bela negara. Dia mengatakan, gerakan bela negara hingga ke pelosok akan mengantisipasi masuknya paham-paham bwrtentangan dengan Pancasila.

"Masyarakat di pedesaan rentan dicekoki (didogma) dengan paham-paham yang tidak sejalan dengan idiologi bangsa kita. Gerakan bela negara sampai ke tingkat bawah akan menghempang," katanya. ***