Kamis, 21 November 2019

Dituding Tekan Aksi Bela Islam III

Gubsu Janji Copot Ka Kesbanglinmas Zulkifli Taufik


# jack, medan

Gubsu HT Erry Nuradi memastikan segera mencopot Zulkifli Taufik dari jabatannya sebagai Plt Kesbanglinmas Provsu. Penegasan ini dilontarkannya dihadapan 20 puluh ribu lebih peserta aksi bela Islam 2 Desember di depan Mesjid Agung Medan, Jumat (2/12) siang.

Bakal dicopotnya Zulkifli Taufik tersebut merupakan buntut dari tuntutan peserta aksi yang meminta pertanggungjawaban Gubsu terkait adanya surat edaran dari Kesbanglinmas Provsu nomor 300-3022/BKB P-PM, tentang Aksi Bela Islam III, tanggal 21 November 2016 dengan membatasi Khutbah Jumat dengan ceramah-ceramah yang menyejukkan.

Surat itu juga berisi imbauan agar umat islam tidak mengikuti Aksi 212 yang menuntut Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok ditangkap atas dugaan kasus penistaan agama.

Isi surat tersebut ternyata tidak bisa diterima begitu saja oleh massa aksi. Mereka pun menanyakan hal tersebut kepada Gubsu saat berada di atas truk menemui para peserta aksi sebelum berangkat ke kantor Kejatisu.

Pertanyaan tersebut sontak membuat Gubsu terkejut. Ia lantas mengaku kalau tidak tau menahu perihal surat edaran Kesbanglinmas Provsu tersebut setelah sebelumnya sempat disoraki massa.

"Saya terkejut, dan tidak tahu menahu atas beredarnya surat itu. Dengan begitu, surat itu akan dicabut," jawab Erry yang kemudian diteriaki bohong oleh peserta aksi.

Mendengar itu, massa langsung berteriak meminta Erry memecat Plt Kesbangpolinmas Pemprov Sumut. "Baik, karena yang bersangkutan juga cuma pelaksana tugas, akan kita berhentikan," tukas Erry.

Erry kembali disoraki. Tapi kali ini berbeda. Erry didukung untuk memecat Zulkifli Taufik yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Pemprov Sumut.

Terpisah, Zulkifli Taufik mengatakan, sebagai Plt Kesbanglinmas Provsu ia memang harus mengeluarkan surat imbauan yang sifatnya untuk menyejukkan suasana.

"Jadi Kesbanglinmas juga bertugas untuk melakukan cipta kondisi, yang bertujuan untuk menjaga kekondusifan situasi. Jadi saya merasa itu wajar saja. Bahkan kalau tidak dilakukan akan menjadi salah," ujar Zulkifli terkait surat edaran tersebut.

Ia sendiri menegaskan, surat itu sudah ada sejak 21 November lalu. Artinya surat tersebut tidak dibuat secara mendadak. Bahkan isi surat itu berdasarkan dari hasil rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Surat itu kan ditandatangani tanggal 21 November, jadi sudah diketahui banyak pihak terkait. Ya, Saya siap diberhentikan dari jabatan sebagai Plt Kesbanglinmas Provsu," ujarnya seraya tersenyum. ***