Rabu, 24 October 2018

Binjai United Incar Hibah P-APBD 2018


#sabar, binjai
Manajemen Binjai United mengincar dana hibah untuk atlet berprestasi yang ditampung dalam P-APBD Binjai tahun 2018 senilai Rp400 juta.

“Kami hanya bermohon melalui proposal kepada pihak Pemko Binjai. Mudah-mudahan disetujui dan bisa kami gunakan untuk dana pembinaan klub,” ungkap Pembina klub sepakbola Binjai United, Iwan Darno melalui telepon selulernya, Senin (8/10/2018).

Sejumlah informasi menyebutkan, proposal tersebut diajukan Sekretaris Binjai United, Irhamsyah ke Sekdako Binjai, Mahfullah P Daulay. Saat dikonfirmasi di ruang tunggu Sekdako Binjai, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) itu membenarkannya. “Proposal itu untuk biaya operasional Binjai United selama setahun. Tahun lalu kan cairnya Rp175 juta. Ini kan nanti dievaluasi lagi proposalnya. Gak segitu kita ajukan, segitu juga cairnya," papar Irhamsyah.

Hanya saja, seorang ASN Pemko Binjai yang kesehariannya menjadi sopir Sekdako Binjai, Syaiful Anwar terlihat sibuk mengamankan proposal dimaksud, saat rekan-rekan media mempertanyakan hal itu ke Irhamsyah. “Bukan kusembunyikan, ini dirapikan. Ini belum dikasi ke Sekda. Ini bagian dari kerjaan aku juga kok," ujarnya saat ditanya seputar proposal yang sebelumnya berada di salah satu meja staf ruang tunggu Sekdako itu menjadi satu tumpukan dengan berkas lainnya..

Secara terpisah, Anggota Komisi B DPRD Binjai menyayangkan bila Wali Kota mencairkan dana hibah tersebut hanya untuk dana operasional Binjai United. Menurutnya, dana hibah itu untuk semua atlet dan cabang olahraga yang berprestasi di Kota Binjai sesuai data dari pihak KONI. Bila dilanggar, maka pihaknya berencana untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum karena sudah tidak sesuai dengan peruntukkannya semula. “Anggaran Rp400 juta itu kita sahkan di P-APBD 2018 agar dikontribusikan untuk semua atlet di Kota Binjai yang telah memberikan prestasi,” tegasnya.***

Teks Foto: Seorang ASN Setdako Binjai, Syaiful Anwar merapikan lembaran proposal yang berada di salah satu meja staf ruang tunggu Sekdako, Senin (8/10/2018). Foto Sabar Simanjuntak