Kamis, 2 July 2020

Artis Melacurkan Diri Berlindung di Balik UU Trafficking

DPRD Sumut: “Bukan Korban Tapi Pelaku”


# jack, medan

Artis pelaku prostitusi, tertangkap kemudian dinyatakan bebas, akibat dinyatakan sebagai korban trafficking kembali terjadi di tanah air. Penangkapan seorang penyanyi dangdut ibu kota  Hesty Aryatura, Hesti Klepek-Klepek ditangkap di hotel mewah bintang empat, Novotel, Bandar Lampung, Jumat pekan kemarin mengundang keprihatinan sejumlah kalangan. Pasalnya, lagi-lagi para penjaja seks dengan tarif mahal ini hanya dinyatakan sebagai korban dan bebas karena berlindung dalam UU trafficking. Dalam kasus itu aparat Ditrekrimun Polda Lampung hanya menangkap mucikari artis tersebut bernama Kiki Sopian.

Menurut anggota Komisi A DPRD Sumut, Januri Siregar SH, Senin (22/2/2016) menilai kasus prostitusi artis  tidak pantas dinyatakan “Korban” seperti yang tertuang dalam perkara tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking). “Jika wanita miskin atau akibat wanita kalangan tidak mampu, bisa dikatagorikan sebagai korban, sesuai tuntutan undang-undang perdagangan manusia. Tetapi bila wanita mampu sebagai artis, tidak pantas dinyatakan sebagai korban,” ujar Januari.

Mantan pengacara kondang ini menilai ada perbedaan antara kasus perdagangan orang dengan prostitusi. "Kehidupan artis memang identik dengan kemewahan sehingga banyak yang terjebak masuk dalam dunia prostitusi. Jadi mereka bukan masuk kategori korban, karena dilakukan atas kesadaran dan tanpa paksaan, mereka pelaku bukan korban" kata Januari Siregar, di gedung dewan.

Januari berharap UU Traficking tidak melindungi untuk kasus kategori tersebut. Apalagi kasus prostitusi artis dimana pelakunya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan dan melakukannya dengan penuh kesadaran serta tidak mengalami gangguan jiwa atau dalam keadaan tidak berdaya. "Mungkin cuma akhlak dan moralnya saja yang sedang sakit," kata Politisi PKPI ini.

Dalam hukum, kata Januari masih ada penafsiran-penafsiran. Menurutnya tidak perlu sampai mengubah UU Tracficking, untuk melakukan penafsiran bahwa pelaku prostitusi artis tidak layak dinyatakan sebagai korban. "Kita saja bisa menafsirkan artis itu masuk kategori lemah atau tidak, makanya sampai terjerumus ke dunia prostitusi. Saya juga yakin tahunya dia perbuatannya itu salah," ucap Januari.

Pernyataan senada juga disampaikan anggota Komisi D DPRD Sumut Wagirin Arman. Politisi Partai Golkar ini mengaku geram saat membaca di media massa, ada lagi artis tertangkap saat sedang melakukan praktek prostitusi dengan tarif yang cukup mahal. "Wah gila juga, yang seperti ini malah dinyatakan sebagai korban dan dilepas. Bisa pasang tarif mahal kok cuma dianggap korban," cetusnya. ***