Minggu, 21 July 2019

Akibat Tidak Ada Parit

Jalan Desa Bintang Meriah Perih Banjir


# jack, medan

Akibat tidak ada parit jalan (drainase), Desa Bintang Meriah Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo persisnya di Perih sudah seminggu kebanjiran (tergenang) air, sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat terutama anak-anak sekolah terpaksa membuka sepatu ketika melewati jalan yang tergenang banjir setinggi 30 Cm tersebut.

Pantauan wartawan di lokasi, jalan sepanjang 200 meter yang tergenang air tersebut memang tidak lagi memiliki parit, karena lahan di sebelah kanan jalan baru dilakukan penimbunan oleh pemiliknya, sehingga air hujan dan air limbah rumah tangga yang selama ini mengalir ke lahan warga yang kosong (paya), akhirnya melimpah dan tergenang ke badan jalan.

Menurut beberapa warga bermarga Sinulingga, Peranginangin dan Tarigan, akibat tergenangnya air di badan jalan yang sudah hampir seminggu tidak ada tanda-tanda perbaikan tersebut, masyarakat menjadi resah, karena ketika melintasi jalan dimaksud, banyak kendaraan terutama roda dua mogok di tengah banjir.

“Ketika kita sedang melintas jalan yang banjir, kendaraan kita sering terjebak mogok di tengah, sehingga terpaksa mendorong kendaraan ke pinggir. Dengan sendirinya sepatu maupun celana menjadi basah dan berlumpur,” ujar masyarakat seraya menambahkan yang paling menderita anak-anak sekolah yang tiap hari harus melintasi jalan tersebut, terpaksa membuka sepatu dan berjalan melewati banjir yang airnya sudah mulai bau dan kotor bercampur limbah rumah tangga.

Berkaitan dengan itu, Sinulingga dan Tarigan sangat berharap kepada Pemkab Karo Cq Camat Kutabuluh untuk segera menurunkan alat berat  membuat drainse jalan, agar air tidak lagi tergenang di badan jalan, sebab jika keadaan ini dibiarkan berlarut-larut sangat menggangu masyarakat melakukan aktifitas melalui jalan tersebut.

Dalam kesempatan itu, anggota DPRD Sumut Drs Baskami Ginting juga mendesak  Pemkab Karo Cq Kadis PU Bina Marga segera menurunkan alat berat yang sedang “parkir” di proyek pembangunan Jalan Desa Bintang Meriah – Desa Perbesi persisianya di objek wisata Uruk Ndeholi (atau sekitar 500 meter dari lokasi banjir) untuk mengorek drainase.

“Ketika kita melintas dari Desa Bintang Meriah, kita melihat ada alat berat sedang parkir di proyek pembangunan Jalan Desa Bintang Meriah – Perbesi tidak jauh dari lokasi banjir, alangkah baiknya alat berat itu digunakan untuk mengorek drainase, agar Jalan Bintang Meriah Perih tidak lagi banjir,” ujar Baskami sembari meminta Bupati dan Kadis Bina Marga Karo bergerak cepat mengatasi banjir tersebut. ***

 

Banjir: Inilah kondisi Jalan di Desa Bintang Meriah Perih yang sudah seminggu tergenang air, akibat tidak adanya parit. Masyarakat sangat mengharapkan perhatian Pemkab Karo Cq Dinas PU Bina Marga. ****