Sabtu, 22 September 2018

Abyadi Siregar: “Dinkes harus Buat Call Center...”


#fey, medan
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar menyarankan pihak Dinas Kesehatan provinsi Sumatera Utara (Provsu) membuat Call Center untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Layanan kesehatan di Sumut tidak sehat atau tidak baik, mulai dari pelayanan mendapatkan kartu BPJS Kesehatan sampai pelayanan di rumah sakit. Untuk itu, Dinkes harus buat Call Center,” tegasnya dalam kegiatan Workshop Pengembangan Mekanisme Pengaduan Pemerintah Daerah untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan di Medan, Rabu (12/9/2018).

Ia mengklaim, sejumlah aturan BPJS tidak sampai ke masyarakat. Salah satunya, informasi mengenai aturan masa waktu opname yang simpang siur dan jenis obat apa saja yang dicover BPJS, belum diketahui masyarakat. Begitu juga mengenai layanan di rumah sakit yang banyak dilaporkan masyarakat ke Ombudsman. “Seperti diopname atau tidak. Pasien merasa sudah sangat kesakitan sampai tidak bisa tidur, tetapi dokter justru mengatakan tidak ada indikasi rawat inap. Hanya disuruh berobat jalan. Ini banyak kita temui,” sebutnya.

Abyadi mencontohkan salah seorang pasien dari Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, yang dirujuk ke RS Adam Malik Medan. Tiba di rumah sakit, pasien hanya disarankan berobat jalan dan harus mencari penginapan selama masa pengobatan tersebut. “Bayangkan orang berobat jauh-jauh dari Nias, dirujuk karena rumah sakit di sana tidak sanggup lagi. Tapi setelah sampai sini (rumah sakit di Medan, red), justru disuruh berobat jalan. Mau menginap di mana pasien dan keluarganya? Untuk makan saja selama berobat di Medan tidak ada biaya, apalagi biaya penginapan,” kecamnya.

Atas dasar itu, pihaknya mengimbau Dinkes Provsu dan kabupaten/kota di Sumut perlu membuat nomor kontak pengaduan (Call Center) serta membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Layanan Kesehatan, untuk merespon keluhan masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan kurang baik dari rumah sakit. “Ini menyangkut dengan nyawa manusia. Sedikit saja layanan terlambat, maka nyawa bisa melayang,” ujarnya..

Terkait soal nomor kontak pengaduan (call centere), kata Abyadi, sangat penting. Justru antara call center dan TRC Layanan Kesehatan ini harus saling berkaitan dalam bekerja. Ketika petugas penjaga call center menerima laporan masyarakat, maka langsung diinformasikan kepada TRC Layanan Kesehatan untuk selanjutnya ditindaklanjuti. “Tim pengelola call center dan TRC Layanan Kesehatan ini, harus bekerja 24 jam,” tuturnya.***