Kamis, 9 July 2020

Vaksin Palsu Hancurkan Kekebalan Tubuh Generasi Bangsa

DPRDSU Desak Dinkes dan POM “Razia” Vaksin Palsu


# jack, medan

Komisi E DPRD Sumut yang membidangi Kesra (Kesejahteraan Rakyat) mendesak Dinkes (Dinas Kesehatan) Sumut, Dinkes Kabupaten/Kota dan Balai POM (Pengawasan Obat dan Makanan) segera melakukan “razia” ke sejumlah RS (rumah sakit) maupun apotek di Sumut untuk meneliti peredaran vaksin palsu di daerah ini, karena efeknya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Desakan itu diungkapkan anggota Komisi E DPRD Sumut Eveready S dan Rinawati Sianturi kepada wartawan, Senin (27/6) di DPRD Sumut menanggapi meluasnya peredaran vaksin palsu ke sejumlah propinsi di Sumut. Bahkan dikabarkan sudah sampai ke Propinsi Yogyakarta maupun sejumlah propinsi besar di Indonesia.

“Menyangkut peredaran vaksin palsu ini, Dinkes dan Balai POM harus bergerak cepat melakukan penyisiran ke seluruh rumah sakit maupun apotek di daerah ini. Jangan sampai peredarannya meluas ke Sumut, sebab penggunaan vaksin palsu ini sangat tidak baik bagi kesehatan manusia,” ujar Eveready senada dengan Rinawati.

Ditambahkan Eveready yang juga poltisi Partai Gerindra ini, vaksin merupakan bahan antigenik yang sangat bermanfaaat untuk memperkuat sistem imun terhadap suatu penyakit. Baik untuk orang dewasa atau lebih seringnya ditujukan kepada anak-anak. Jika bahan tersebutpun dipalsukan, tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan. “Kita semua tahu, jika ternyata vaksin yang digunakan untuk anak-anak ternyata   vaksin palsu, tentunya masa depan generasi bangsa Indonesia akan rentan dengan penyakit. Ini sama saja artinya, vaksin palsu ini untuk menghancurkan generasi bangsa Indonesia,” ujar Eveready seraya mendesak Dinkes Sumut maupun Kabupaten/Kota untuk segera melakukan “razia” secara besar-besaran di wilayahnya masing-masing untuk meneliti keberadaan vaksi palsu tersebut.  

Ditambahkan Eveready dan Rinawati, jikapun ada pihak-pihak tertentu yang menyatakan vaksin palsu ini belum beredar di Sumut, alangkah baiknya Dinkes dan Balai POM mengantisipasinya dengan melakukan penelitian ke sejumlah rumah sakit maupun Apotek maupun ke tempat-tempat yang dianggap rawan penjualan vaksin palsu. "Kita harus mewanti-wanti peryataan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Agung Setya di Mabes Polri baru-baru ini, bahwa vaksin palsu ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia sejak 2003, terutama DKI Jakarta, Yogyakarta dan sejumlah propinsi besar lainnya, " ujar Eveready sembari menambahkan, jika dicermati peryataan tersebut, tidak tertutup kemungkinan sudah menyebar ke daerah ini.

Rinawati bahkan meminta Pempropsu agar secepatnya menyurati Bupati/Wali Kota agar memerintahkan Dinas Kesehatan di wilayahnya masing-masing lebih berperan aktif meneliti peredaran vaksi palsu ini, jangan sampai anak-anak Sumut  mengalami gangguan kondisi kesehatannya, setelah diberikan imunisasi atau vaksin palsu, “Dari keterangan sejumlah dokter ke lembaga legislatif, resiko terberat terhadap anak yang menggunakan vaksin palsu ini, mudah terkena infeksi akibat banyaknya kuman, demam tinggi disertai laju nadi cepat, sesak napas, anak sulit makan. Jika muncul gejala seperti ini segera ditangani tim medis, agar jangan sampai membahayakan  anak,” tandas Eveready sembari meminta Pempropsu dan Pamkab/Pemko lebih intensif dalam pengawasan masuknya vaksi palsu tersebut. ***