Sabtu, 30 May 2020

Terkait Video Viral Gubsu Saat Terima Audensi GP Ansor

DPRDSU Minta Masyarakat Tidak Terpancing Pernyataan Edi Rahmayadi


#jack, medan

Masyarakat diminta tidak terpancing dengan rekaman suara Gubsu Edy Rahmayadi dinilai kontraversial saat menerima audiensi GP Ansor Sumut yang sempat viral, agar kondusifitas Sumut tetap terjaga.

Hal ini dinyatakan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai NasDem Rony Reynaldo Situmorang, Parsaulian Tambunan dan Berkat Laoly kepada wartawan, Selasa (14/1/2020) di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan.

Menurut Rony, pernyataan Gubsu yang viral rekamannya di media sosial tidak pas diungkapkan sebagai seorang pemimpin, karena Edy Rahmayadi gubernurnya rakyat semua agama, bukan salah satu agama. "Kita sangat sesalkan ungkapan-ungkapan Gubsu itu terkesan membuat blok agama satu dengan agama lain. Apalagi mengkait-kaitkan cara ibadah agama tertentu, sangat tidak pantas diucapkan Edy selaku Gubernur Sumateta Utara," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Parsaulian Tambunan, karena akhir-akhir ini banyak pernyataan atau statement Gubsu yang kontroversial yang diduga tidak melalui analisis seorang gubernur. Misalnya masalah banjir bandang di Labura disebut bukan akibat penebangan hutan. Kemudian masalah festival danau toba yang akan dihentikan dan hal lainnya.

"Kami yakin Gubsu salah kata atau tidak sengaja membuat pernyataan saat menerima audiensi PW Ansor Sumut sempat viral di media sosial. Jika ucapan itu serius dan benar berasal dari hati yang paling dalam, Gubsu perlu masuk Lemhanas lagi," ujarnya.

Ketiga kader NasDem ini juga minta setiap lisan yang akan disampaikan Gubsu agar dipelajari lebih dahulu. Jangan asal buat pernyataan yang bisa memicu merusak kondusifitas di Sumut. Apalagi Gubsu selalu menyebutkan jargon Sumut bermartabat.  "Untuk itu, kita minta Gubsu mengklarifikasi dan secara kesatria minta maaf kepada publik atas rekaman suara yang viral di media sosial," ujar Rony dan Berkat. ***