Rabu, 26 February 2020

Syamsul Qomar: Mess Pemprovsu Butuh Tenaga Professional


#jack, medan

Pemprovsu diminta menempatkan orang yang profesional dan mampu untuk mengelola mess-mess yang ada di luar kota. Sebab, kondisi mess atau tempat penginapan tersebut dari fasilitas kurang memadai.  "Nggak ada wahh-wahhnya. Makanya banyak pejabat Sumut dapat uang SPPD kalau ke luar kota tidak memanfaatkan mess-mess itu, tetapi lebih memilih hotel dan penginapan lain," kata Anggota Komisi C DPRD Sumut H. Syamsul Qomar, Senin (10/2/2020).

Hal ini, katanya, dikarenakan Pemprovsu tidak menempatkan orang yang profesional dalam mengurus mess-mess tersebut. "Seperti mess di Jakarta banyak orang yang dari provinsi tidak mau menginap di situ, fasilitas tidak memadai, kurang baik dan lainnya," imbuhnya.

Dia mengaku tidak mempersoalkan mess-mess tersebut untuk kegiatan sosial, misalkan digunakan untuk menginap warga Sumut yang tidak memiliki biaya. "Mess itu dimanfaatkan oleh kawan-kawan untuk semacam kegiatan sosial, Kita berharap kalau itupun sosial pelayanan dan fasilitas harus bagus," imbuhnya.

Apalagi, lanjutnya, perusahaan jaringan hotel berbasis internet seperti OYO dan RedDoorz sudah marak dan menawarkan harga murah. Meski murah, pelayanan dan fasilitas lumayan bagus. "Jika mess itu tidak berubah dan tidak ditangani secara profesional, maka akan terus ditinggalkan, tak ada orang yang menginap di situ," ujarnya.

Oleh karenanya, Politisi Golkar tersebut meminta agar mess-mess milik Pemprovsu tersebut dapat dikelola secara baik sehingga dapat menghasilkan PAD. "Tiap tahun ada biaya untuk pemeliharaan rutin dan berkala, peningkatan sarana dan prasarana mess Pemprovsu," tambahnya. ***