Jumat, 20 October 2017

Surat Terbuka Kader Gerindra Untuk Prabowo Subianto

14 Ketua DPC Gerindra se Sumut Dipecat Tanpa Sebab


#jack, medan

Sebelumnya dalam surat ini kami menyampaikan permohonan maaf apabila telah lancang menuliskan sebuah surat kepada Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Kami Bapak H. Prabowo Subianto serta telah mengganggu aktivitas Bapak. Iringan doa tercurahkan semoga Bapak H. Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan semoga cita-cita menjadi Presiden RI 2019 mendatang mendapat barokah dan kemenangan bagi bangsa dan negara kita. Amin ya robbal alamin.

Demikian seuntai kata-kata dari surat terbuka kader Gerindra Padang Lawas Utara (Paluta) Safwan Siregar (Sekretaris DPC Partai Gerindra Paluta/Kader Hambalang)
Hakimuddin Hasibuan (Bendahara DPC Partai Gerindra Paluta/Kader Hambalang)
Thamrin Harahap (Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Paluta) 
kepada ketua umum partai Gerinda Pusat H Prabowo Subianto yang dilayangkan minggu lalu, terkait pemecatan ketua DPC Gerindra Paluta, Parlinsyah Harahap, minggu lalu tanpa sebab dan kesalahan.

Menurut mereka, Izinkan kami, pergantian Ketua Partai Gerindra Kabupaten Paluta dari Bapak Parlinsyah Harahap kepada Hariro Harahap. Sebagai kader dalam menerima informasi itu kaget dan menuai protes dan kecaman oleh kalangan kader khususnya dan umumnya yang telah membesarkan Partai Gerindra di bumi Kabupaten Paluta tahun 2009 silam.

“Menurut sepengetahuan kami penggantian Ketua DPC Partai Gerindra Paluta dinilai ilegal, dan tidak bisa dilakukan begitu saja karena selama mengemban tugas tersebut, Bapak Parlinsyah Haraap telah banyak berbuat mengibarkan bendera di seluruh wilayah Paluta dan membesarkannya hingga menjadi partai kedua pemenang di wilayah Paluta.

14 Ketua DPC Dipecat
Sementara itu secara terpisah, Ketua DPC Padang Sidempuan, Edy Matondang melalui telpon selularnya, Rabu (11/10/2017) sangat keberatan atas tindakan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan memecat 14 ketua DPC se Sumatera Utara tanpa alasan, kesalahan dan pemeritahuan sebelumnya.

“Gus Irawan bukan orang partai sebelumnya, sehingga dia tidak dapat merasakan perjuangan mendirikan dan membesarkan partai. Maka tindakannya sewenang,” ujar Edy kecewa.

Bahkan ujarnya lagi, tindakan pemecatan dilakukannya, saat dimana-mana sedang dilakukan verifikasi faktual. Dan banyak kader partai yang telah berdarah-darah memajukan dan membesarkan partai tewas ditangan berdarah dingin Gus Irawan,” ujar Edy Matondang minta perhatian serius dari Ketua Umum Gerindra Pusat H Prabowo Subianto. ***