Minggu, 12 July 2020

Soal Pelepasan Lahan Jalan Karo-Langkat

DPRDSU: Jawaban Gubsu Mengecewakan


# jack, medan

Kalangan DPRD Sumut menilai, jawaban Gubsu terkait soal pelepasan jalan yang menghubungkan Kabupaten Karo dan Kabupaten Langkat sangat mengecewakan, karena Gubsu memberikan jawaban klasik dan terkesan tidak melakukan perjuangan yang maksimal untuk mendapatkan izin pelepasan lahan TNGL (Taman Nasional Gunung Lauser) dari Menhut (Menteri kehutanan) RI.

Penilaian ini diungkapkan Bendahara FPDI Perjuangan DPRD Sumut Drs Baskami Ginting kepada wartawan, Kamis (18/8) di gedung dewan, menanggapi nota jawaban Gubsu terhadap pandangan umum FPDI-Perjuangan tentang ranperda PjP (Pertanggungjawaban Pelaksanaan) APBD 2015 disampaikan pada paripurna dewan.

Nota jawaban Gubsu, lanjut Baskami Ginting, disebutkan bahwa Menteri kehutanan dan UNESCO tidak mengizinkan melepas lahan sepanjang 4 km untuk jalan penghubung antara Kabupaten Karo dengan Langkat, karena lahan tersebut berada tepat di lokasi TNGL di Kabupaten Langkat yang merupakan warisan sejarah dunia. “Kita sangat kecewa, sepertinya Gubsu tidak melakukan upaya optimal memperjuangkan lahan itu membangun jalan penghubung antara Karo dan Langkat. Hal ini terlihat dari nota jawaban yang disampaikan di paripurna dewan,” ujarnya.

Padahal, ungkap Baskami Ginting yang juga anggota Komisi D itu, jalan penghubung dari Kabupaten Karo ke Kabupaten Langkat itu merupakan jalan alternative, digunakan masyarakat menghindari kemacetan jalan Medan-Karo yang terjadi selama ini, baik akibat musibah bencana longsor maupun kepadatan lalu lintas terutama pada hari-hari besar/libur.

Menurut putra Karo ini, jalan yang menghubungkan Karo-Langkat, sebahagian lahannya sudah dibabat habis dan jalan tembus itu merupakan satu-satunya jalan ke Langkat, tidak lagi harus melewati Medan.

Jika jalan alternatf itu tidak tembus, tandas Baskami, berarti tidak ada upaya pemerintah mengamankan bahaya erupsi Sinabung, karena jalur jalan itu jadi jalur evakuasi dari Kabupaten Karo ke Langkat.”Tidak hanya masyarakat Karo, tapi juga masyarakat Langkat sangat kecewa atas jawaban Gubsu, seolah-olah tidak ada kemauan Gubsu membantu rakyat kedua kabupaten tersebut,” tandasnya lagi.

Karena, tambah Baskami, sebahagian jalan sudah dibangun. Tapi jika tidak ada upaya Pemprovsu meminjam pakai lahan TNGL itu, maka jalan tersebut tidak akan tembus dan pekerjaan jalan yang sudah dilakukan akan menghambur-hamburkan anggaran. ***