Rabu, 26 February 2020

Sebaiknya Dokter Tidak Praktik Dibanyak Tempat

Dimas: Usulkan Evaluasi Secara Nasional Uji Kompetensi Dokter


#jack, medan

Terkait maraknya anggapan masyarakat bahwa dokter muda dalam memeriksa pasiennya dengan menggunakan “google” sangatlah rentan dan riskan akan kwalitas dokter di Sumut. Bahkan lebih fatalnya lagi banyak dokter muda tak lulus saat menghadapi Uji Kompetensi Dokter sebagai syarat kelulusan dalam pemperoleh ijazal dari perguruan tinggi tempatnya menimba ilmu, walaupun mengikuti uji kompetensi berulang-ulang kali.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, ketua Komisi E, DPRD Sumut, Dimas Triadji S.Kom didampingi dr Poaradda Nababan Sp.B akan mengusulkan agar para dokter tidak melakukan praktik pada rumah sakit dibanyak tempat dalam waktu bersamaan. Begitu pula terhadap uji kompetensi akan mengusulkan untuk pemerintah melakukan evaluasi secara nasional.

“Komisi E, akan mengusulkan ke pihak-pihak terkait, baik Dikti dan Depkes untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, agar semuanya tidak dirugikan dan masyarakat mendapatkan dokter-dokter berkwalitas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Dimas, Selasa (11/2/2020) usak menerima Audensi Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) di gedung dewan.

“Sebaiknya para dokter dalam menjalankan tugasnya sebagai dokter tidak melakukan berbagai praktik pelayanan kesehatan dibanyak tempat dalah satu masa,” ujar dr Poaradda Nababan Sp.B, menimpali .

Menurut Dimas, sangat perlu dilakukan evaluasi dan peninjauan terhadap peraturan yang tidak popular itu dalam hal dokter muda mendapatkan ijazah setelah selesai menjalani pendidikannya tersebut. “Bahkan juga agar dapat dihindari praktik biaya tinggi bagi pihak-pihak yang menjalankan program uji kompetensi dokter tersebut,” ujar politisi partai Nasdem Sumut tersebut.

Terhadap menjaga kwalitas dokter di Sumut, agar bisa setara dengan para dokter-dokter di luar negeri pada umumnya, dr Poaradda Nababan Sp.B mengharapkan agak Depkes mengeluarkan aturan yang melarang dokter-dokter melakukan praktik dibanyak tempat. “Barulah dapatdibanyak tempat. “Barulah dapat ditingkatkan kwalitas para dokter, karena mereka focus melayani kesehatan masyarakat  sesuai dengan amanah uji kompetensi, yang diisyarakat bagi para dokter-dokter umum, maupun para dokter spesialis yang ada,” timpat dr Poaradda.

Menanggapi tanggapan miring selama ini dari berbagai dokter terhadap statemennya itu, dr Poaradda hanya mengatakan bahwa hal itu tidak masalah. Sebab apa yang dikatakannya selama ini merupakan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Sumatera Utara.

“Kita tidak ingin anggapan miring masyarakat selama ini terhadap kwalitas pelayanan dokter di tanah air menjadi sangat merugikan masyarakat Sumut khususnya, masyarakat Indonesia pada umumnya. Bahkan yang lebih parah lagi seakan-akan kwalitas dokter-dokter sangat jelek, padahan itu hanya karena system yang telah tidak teruji, bila para dokter tidak focus, karena melakukan praktik dibanyak tempat dalam waktu bersamaan,” ujar Poaradda mengakhiri.***