Senin, 17 June 2019

Robohnya Tembok Pasar Kampung Lalang Medan

DPRD Minta PD Pasar Segera Bentuk Tim Penyelidik


#jack, medan

Menyikapi robohnya tembok di Pasar Kampung Lalang (27/4) lalu, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Medan Jangga Siregar meminta PD Pasar segera membentuk tim untuk menyelidikinya.

“PD Pasar selaku pengelola harus segera membentuk tim untuk menyelidiki robohnya tembok tersebut. Apakah roboh karena pengerjaannya yang tak sesuai dengan besteknya atau sengaja dirusak,” ujar Jangga, Kamis, (2/5/2019).

Keberadaan tim tersebut dinilai penting, sebab, menurut Jangga, dengan membentuk tim, semua pihak bisa mengetahui penyebab robohnya tembok tersebut.

“Jadi tim yang dibentuk bisa menyelidiki apakah sengaja dirusakkan atau murni roboh. Jika dirusak PD Pasar segera buat laporan ke kepolisian. Tapi kalau karena bangunan tak sesuai, kontraktor harus bertanggungjawab. Apalagi saat ini masih dalam tahap pemeliharaan.

Apalagi menjelang masuknya Bulan Ramadan dan lebaran, Jangga menyebutkan akan terjadi lonjakan yang cukup tinggi terhadap kehadiran pengunjung di Pasar Kampung Lalang.

Untuk itu, dirinya meminta kepada PD Pasar agar segera membereskan permasalahan robohnya dinding tersebut. Sebab, kennyamanan pedagang dan pembeli itu harus diutamakan.

“Ini sudah masuk ke Bulan Ramadan dan menjelang lebaran nanti. Sudah pasti intensitas jual beli di pasar lebih tinggi dari hari biasa, pengunjung lebih banyak dari sebelumnya,  jadi yang terpenting itu kenyamanan pedagang dan pembeli.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kampung Lalang Erwina Pinem menjelaskan, bagian dinding yang roboh merupakan bagian luar basement. Sehingga, dikhawatirkannya areal sekitar dinding roboh tersebut rawan longsor.

“Yang roboh itu bagian dinding luar basement, jadi uda menganga basement. Dinding yang disebelahnya juga bakal roboh juga. Rawan longsor disitu,” ujar Erwina, Kamis (2/5).

Saat ditanya apa penyebab dinding itu roboh, Erwina menduga, bangunan yang tak sesuai dengan perencanaan yang menjadi penyebabnya. Ditambah, dengan banyaknya dinding di bagian lain yang retak.

“Itu disebelah kanan parit belum dibersihkan, aliran air masih nyatu dengan dinding. Menurut kami gedung itu belum dianggap bagus, karena disebelah kiri juga ada tiang yang retak di lantai 2,” ungkapnya.

Agar tak terjadi kerusakan lebih lanjut yang bisa timbukan korban jiwa, Erwina meminta ahli diturunkan untuk meninjau bangunan tersebut. ***