Jumat, 20 October 2017

Reses Anggota DPRD Sumut di Kabupaten Batubara

Buat Baliho Pribadi Kadisdik Kutip Rp 500 Ribu


#jack, medan

Anggota DPRD Sumut, Ir H Zahir, MAP mendapat banyak laporan masyarakat mempertanyakan sistem Birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Batubara yang meresahkan dunia pendidikan disana. Betapa tidak, akhir-akhir ini Kepala Dinas Pendidikan kutip uang sebesar Rp 500 ribu, konon untuk buat Baliho.

“ Pengelola pendidikan sangat keberatan dengan kewajiban yang mereka tanggung, yang konon uang yang dikumpulkan untukembuat baliho kepala Dinas pendikan yang ingin mencalonkan diri sebagai calon Bupati Batubara,” ujar Zahir kepada sejumlah wartawan di DPRD Sumut, Senin (9/10/2017).

Zahir yang juga ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Sumut itu sangat menyayangkan atas laporan masyarakat tersebut. “Tidak zamannya lagi memberlakukan kewajiban pengutipan uang ke lembaga pendidikan negeri maupun sewasta. Apalagi bila kutipan itu diperuntukkan keperluan pribadi, hanya karena ingin maju jadi kepala daerah, misalnya,” ujar Zahir kecewa.

Menurut Ketua Komisi E, DPRD Sumut itu, bahwa kewajiban yang ditekankan kebawah itu, merupakan tradisi yang sangat tidak baik . “Bahkan hal itu sangat berdampak terhadap masyarakat pendidikan. Bila manajemen sekolah-sekolah diwajibkan sebagai tekanan, itu akan berdampak buruk bagi dunia pendidikan,. Sebab bila Kepala yayasan, kepala sekolah ditekan atas kewajiban itu, maka peserta didiklah yang menanggung dampak dan akibatnya sebagai murid yang sedang didik disana,” ujar zahir prihatin.

Atas Laporan itu, Zahir telah pula melaporkan laporan masyarakat yang terindikasi sebagai awal pungli itu kepada Plt Bupati Kabupaten Batubara, Harry Nugroho untuk diambil tindakan kepada birokrasi yang dilaporkan masyarakat pada resesnya tersebut.

“Saya telah melaporkan seluruh laporan masyarakat itu kepada Plt Bupati Batubara, terutama laporan pungli yang dilakukan oleh oknum kepala Dinas pendidikan itu. Sebab saya yakin bila atasan menkan kebawah, dipastikan bawahan itu akan menekan bawahannya juga. Akhirnya akan berdampak juga bagi peserta didik yang kini telah hidup prihatin menghadapi berbagai pungutan itu,” ujar Zahir merinci laporannya.

Dcilain hal, Zahir juga mendapat laporan dari masyarakat, jika selama ini banyak kewajiban yang dibebankan Birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Batubara kepada masyarakat pendidikan. “Misalnya bebara waktu lalu, masyarakat pendidikan juga diwajibkan untuk menyediakan dana untuk beli Lembu bagi kepentingan Qurban di Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara,” ujar Zahir dengan nada tinggi.

Selain laporan tentang Dinas pendidikan itu, Zahir juga melaporkan kepada Plt Bupati untuk juga memperhatikan berbagai masalah dari resesnya terkait masalah di Desa Pematang Rambai, Desa Kapal Merah, Desa Tali Air, Desa Tali air Permai dan juga desa ujung kubu, kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. “Sedangkan kepada Pemerintah Propinsi, akan dilaporkan masalah keperluan bedah rumah tak layak huni, masalah perlunya dibangun dan ditinggikan jembatan penghubung untuk antisipari air pasang, agar nelayan bisa liwat saat air pasang naik,” ujar Zahir serius.

Hal lainnya, Zahir juga beranggapan perlunya segera dibangun listrik masuk desa. Karena masih banyak didesa-desa di Kabupaten Batubara yang belum dialiri listrik. “Sedangkan di desa Kapal merah, perlu dibangun derainase kiri kanan bahu jalan, sebagai antisipasi air asin tidak lagi masuk kepemukiman masyarakat seperti selama ini,” ujar