Minggu, 16 June 2019

Realisasi APBD 2019 Lamban

Muhri Fauzi Hafiz Interupsi Gubernur


#jack, medan

Wakil ketua fraksi Partai Demokrat DPRD provinsi Sumatera Utara, Muhri Fauzi Hafiz, menyampaikan interupsi kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam sidang paripurna penyampaian Ranperda Laporan Pertanggungjawaban (LPjP) APBD tahun 2018, Senin, (26/5/2019).

Dalam kesempatan itu, Muhri Fauzi Hafiz, menyampaikan bahwa dirinya prihatin dengan lambatnya realisasi anggaran APBD tahun anggaran 2019 yang belum mencapai 40 persen, sementara sudah memasuki akhir dari TW 2 tahun anggaran.

"Kita minta agar saudara Gubernur bisa fokus pada upaya realisasi anggaran sehingga APBD pada akhir tahun ini bisa baik realisasinya. Selalu yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya realisasi itu seperti dipaksakan berjalan pada akhir tahun anggaran atau TW 3 dan TW 4. Hal ini tidak baik dengan semangat Gubernur ingin melanjutkan pembangunan Sumatera Utara menjadi lebih baik lagi dengan semangat bermartabat. Realisasi yang rendah menjadi indikator lemahnya koordinasi dan manajemen pengelolaan keuangan daerah," ujar Muhri Fauzi Hafiz kepada wartawan melalui pesan WhatsApp yang diterima.

Tanda-tanda lambatnya realisasi APBD tahun anggaran 2019 ini menurut Muhri Fauzi Hafiz diantaranya, masih ditemukan bantuan rumah ibadah yang sudah ditandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh panitia maupun BKM Masjid / Musholla tidak direalisasikan oleh OPD terkait, padahal jika sudah tanda tangan NPHD antara perwakilan masyarakat dan pemerintah daerah, hal itu menyatakan berkas administrasi sudah lengkap.

"Interupsi tadi semoga diingat saudara Gubernur untuk ditindaklanjuti ke pihak OPD yang bersangkutan sehingga segera dilakukan proses realisasi, jangan diabaikan karena di daerah kita menyebut semua ini adalah program Gubernur dan Wakil yang menginginkan terjadinya pemerataan bantuan hibah sampai ke kampung-kampung tidak hanya di perkotaan saja," kata Muhri Fauzi Hafiz yang juga menjabat sebagai anggota badan anggaran DPRD provinsi Sumatera Utara. (*)