Rabu, 23 October 2019

Perhatian Pemda Minim Terhadap Nasib Masrakat Kurang Beruntung

Fraksi Golkar Desak Gubsu fokus Perhatikan Penanganan Fakir Miskin


#jack, medan

Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara, H.Zainuddin Purba, SH mengaku prihatin masih banyak gepeng (gelandangan dan pengemis) di jalanan, pusat keramaian, lampu merah, rumah ibadah perkotaan dan daerah khususnya Kota Medan. Kondisi tersebut membuktikan masih lemahnya bahkan kurangnya perhatian pemerintah dalam mengatasi persoalan tersebu.

"Bahkan kemarin saat saya hendak masuk ngantor ke gedung DPRD Sumut, saya melihat ada sejumlah orang kurang beruntung atau gelandangan sedang tertidur di trotoar pas di depan gedung dewan. Seharusnya kondisi seperti ini tidak perlu terjadi jika pemerintah daerah peduli terhadap mereka," kata Zainuddin Purba kepada wartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu.

Sebab lanjut wakil rakyat asal pemilihan Kabupaten Langkat dan Kota Binjai ini, para orang-orang kurang beruntung seperti gepeng, anak jalanan, hingga para orangtua lanjut usia (lansia) atau jompo, seharusnya menjadi mendapat perhatian dan penanganan dari pemerintah. Karena Undang - Undang Dasar (UUD) 1945  yang telah empat kali diamandemen, secara tegas telah mengatur persalan tersebut.

"Pada UUD 1945 Pasal 34 ayat 1 telah jelas disebutkan bahwa fakir miskin dan anak - anak yang terlantar dipelihara oleh negara. UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1 tersebut mempunyai makna bahwa gepeng dan anak - anak jalanan dipelihara atau diberdayakan oleh negara yang dilaksanakan oleh pemerintahm," jelas mantan Ketua DPRD Kota Binjai ini.

Begitu saat ini, lanjut Zainuddin Purba, masih banyak lansia hidup tanpa perhatian penuh pemerintah. Minimnya perhatian pada lansia itu salah satunya dapat dilihat dari kurangnya dukungan pemerintah daerah terhadap sejumlah panti sosial yang ada.

Untuk itu, Zainuddin Purba meminta Gubsu Edy Rahmayadi khususnya Dinas Sosial Provsu harus fokus dan memprioritaskan perhatiannya terhadap penanganan fakir miskin, gepeng, anak jalanan dan para jompo. Kata dia, perhatian dan penanganan tersebut salahsatunya bisa dilakukan dengan melakukan pembenahan terhadap rumah singgah, panti jompo hingga rumah penampungan sosial lainnya.

"Jangan latah sering berteriak dan menggaungkan Sumut Bermartabat, jika mengatasi persoalan gepeng, fakir miskin, anak jalanan atau terlantar dan para jompo saja belum bisa diperhatikan dan ditingkatkan,"tegasnya.

Lebihlanjut Zainuddin Purba juga mengaku menerima keluhan dari para penguru Yayasan Prestasi Lansia Provinsi Sumatera Utara. "Mereka menyampaikan keluhan bahwa para orang jompo atau lansia serta orang kurang beruntung lainnya di Sumut, nyaris samasekali kurang mendapat perhatian. Untuk itu, kita jika gubernur ingin Sumut ini benar-benar bermartabat di mata masyarakat, maka hendaknyalah  agar memperhatikan nasib para rakyatnya khususnya mereka yang saat ini masih belum beruntung dan hidup di jalanan,"tukasnya. ***