Selasa, 21 November 2017

Pemecatan Gus Memperkeruh Nasib Gerindra di Pilkada Sumut


#siddiq - medan

Sejumlah kader Partai Gerindra menggelar unjuk rasa di depan Tugu Sisingamangaraja, Medan, Kamis (2/11/2017), meminta  Gus Irawan Pasaribu sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara dicopot. 

Massa unjuk rasa mengungkapkan bahwa mereka keberatan dengan dipecatnya 17 kepengurusan DPC Gerindra, antara lain di Kabupaten/Kota Karo, Madina, Dairi, Tobasa, Taput, Sidempuan, Paluta, Labusel, Tebing,  Langkat, Binjai, Samosir, Siantar, Simalungun, Deliserdang, Labuhanbatu, dan Sibolga, tanpa dilakukan upaya pembinaan terlebih dahulu. 

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik yang juga merupakan akademisi UIN SU Faisal Riza mengatakan bahwa pencopotan Gus Irawan sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumut justru akan memperlebar konflik.  "Pencopotan Gus Irawan akan memperpanjang konfilk di tubuh Gerindra Sumut," katanya saat ditemui wartawan.  

Sebab, jelas Faisal, Gus Irawan saat ini sedang melakukan banyak pekerjaan kepartaian menyambut Pileg-Pilpres 2019 dan Pilkada 2018 di Sumut. 

"Sebab Gus Irawan itu masih dalam tahapan kerja-kerja kepartaian. Misalnya verifikasi partai politik pemilu 2019, dan menyambut pilkada 2018," jelasnya. 

Oleh karena itu, jika Gus Irawan benar-benar dicopot sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, maka akan sangat beresiko terhadap kekuatan partai tersebut di Pilkada Sumut 2018. 

"Jadi mengganti Gus itu beresiko pada menurunnya kekuatan Gerindra di Pilkada Sumut," demikian Faisal. ***