Minggu, 5 July 2020

Musda IX Partai Golkar Sumut

Momen Strategis Memupuk dan Mempererat Soliditas Kader


# jams, medan

 Musyawarah Daerah (Musda) IX Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara diharapkan menjadi momentum penting dan strategis memupuk dan mempererat soliditas sesama kader. Selain itu, musda juga diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus sebagai sarana rekonsiliasi politik di tingkat pusat dan daerah.

Harapan itu disampaikan Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara, HM Hanafiah Harahap SH di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Jum'at (19/8/2016). Hanafi mengemukakan itu menanggapi jelang pelaksanaan Musda Golkar Sumut pada 22-24 Agustus 2016 di Hotel Santika Medan.

Hanafiah juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut menyatakan, Partai Golkar sebagai organisasi kader, sudah sangat teruji pada posisi menjadi pemimpin. Sehingga, lanjut dia, dirinya tidak khawatir pada musda nantinya akan memiliki banyak kandidat untuk memimpin partai berlambang pohon beringin di Sumut tersebut.

Sebab, lanjut Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut ini, Partai Golkar telah menggap begitu pentingnya posisi seorang kader. Terbukti, jelas Hanafiah  pada munaslub Golkar kemarin telah merekomendasikan untuk memprogramkan dan mengadakan sekolah politik Partai Golkar.

"Golkar Sumut pada munaslub kemarin sangat respon terhadap program sekolah politik tersebut. Sebab  ini bukti bahwa Golkar itu sangat tergantung pada kader. Dan kader Golkar itu kader kebangsaan yang dipersiapkan menjadi  seorang pemimpin," katanya.

Selanjutnya saat ditanya figur yang layak memimpin Partai Golkar Sumut, Hanafiah mengaku semua kandidat calon ketua yang beredar di publik saat ini dinilai sangat layak dan tepat untuk menjadi nahkoda Golkar Sumut. "Kader Golkar  Sumut adalah kader kebangsaan. Jadi siapa figur yang layak memimpin Golkar Sumut kedepan, sudah pasti sosok yang punya pengalaman dan teruji  menjadi seorang pemimpin," katanya. 

Saat ditanya tentang sikap Partai Golkar Sumut pada Munaslub Golkar di Bali yang mempertegas dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, Hanafiah Harahap yang juga pemikir Partai Golkar Sumut itu menyatakan hal itu sifatnya normatif. Karena Partai Golkar yang dulunya bernama Sekber Golkar didirikan tanggal 20 Oktober 1964, yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan semata tapi juga pada kepentingan rakyat, bangsa dan negara.***