Sabtu, 24 August 2019

Masyarakat Resah dan Tidak Bisa Beraktivitas

BKSDA Diminta Serius Tangani Harimau Liar di Padang Lawas


#jack, medan

Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) diminta serius menangani konflik harimau dan warga Kecamatan Sosopan dan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas  yang telah menimbulkan korban. Hingga kini masyarakat resah akan keselamatan mereka dan dihantui ketakutan terhadap harimau yang berkeliaran di pedesaan yang mempengaruhi mata pencarian mereka.

Hal itu ditegaskan anggota DPRDSU dari Dapil Padang Lawas, Abdul Manan Nasution di Gedung DPRDSU, Senin (10/6) menanggapi adanya korban atas berkeliarannya harimau di sejumlah desa di dua kecamatan tersebut. Ia menerima aduan dari masyarakat perihal keresahan mereka yang tidak berani beraktivitas sebagaimana biasanya karena khawatir akan dimangsa dari hewan buas tersebut.

“Sampai saat ini masyarakat terus dalam keresahan karena adanya harimau tersebut. Saat bulan puasa lalu, mereka sampai tidak bisa salat di masjid terutama pada malam hari. Karena ini sudah menimbulkan korban. Berdasarkan aduan warga, sampai sekarang belum ada penanganan serius dari BKSDA dan pihak berwajib,” katanya.

Menurutnya, berkeliarannya harimau tersebut mengganggu perekonomian warga, sebab warga jadi tidak bisa bertani maupun berkebun karena takut bertemu dengan hewan dilindungi tersebut. “Masyarakat juga susah karena hewan tersebut dilindungi dan tidak boleh dibunuh. Tapi apa solusinya? Ini sudah mengancam nyawa masyarakat di sana. Apakah warga di sana tidak perlu dilindungi juga? Harus ada upaya yang lebih serius dalam menangani masalah ini, kalau tidak ini akan berdampak panjang,” tambahnya.

Tidak hanya mengganggu aktivitas bertani dan berkebun warga, para pelajar juga terganggu menjalankan aktivitas belajar mengajar. Mereka tidak berani beranjak ke sekolah karena khawatir bertemu dengan hewan tersebut. “Di sana akses jalan tidak mudah, mau ke sekolah harus melewati hutan atau kebun-kebun. Aktivitas warga terganggu, mau mandi saja pun tidak berani, sebab masyarakat di sana masih banyak yang mandi di sungai,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.

Abdul Manan sendiri juga akan berkoordinasi dengan pihak BKSDA di Medan untuk memastikan agar ada solusi pasti atas konflik harimau dan warga tersebut. Ia meminta agar BKSDA dan aparat serius menangani masalah ini agar masyarakat tidak terus resah dan dapat beraktivitas kembali.

“Harus ada solusi, tangkap harimau tersebut hidup atau mati. Nyawa manusia juga harus dilindungi,” katanya.

Sebelumnya, seorang warga diserang hewan belang tersebut saat bersantai di depan rumahnya usai berbuka puasa, Minggu (26/5). Korban bernama Faisal (45) warga Desa Pagaranbira, Kecamatan Sosopan. Ia diterkam harimau saat menikmati kopi di depan rumahnya. Korban mendapat serangan dari belakang dan mengalami luka di leher. Korban kemudian berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan korban selanjutnya menghampiri rumahnya. Melihat warga berdatangan, harimau tersebut langsung berlari masuk ke hutan. Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Diketahui, saat ini sudah ada 2 warga yang menjadi korban harimau di kabupaten tersebut baru-baru ini. ***