Rabu, 20 March 2019

Masyarakat Binjai-Langkat Keluhkan Kendraan Galian C,

Muchri Fauzi Hafiz Tagih Janji Kampanye Gubernur


#jack, medan

Masyarakat Binjai dan Langkat mengeluh dengan truk-truk pengangkut galian C yang melintas di jalan alternatif menuju kawasan  wisata Bukit Lawang, khususnya di Kecamatan Serapit Kab. Langkat. Selain infrastruktur rusak karena diduga truk melebihi tonase dari yang diijinkan, pemukiman warga sekitar dipenuhi debu setiap harinya.

Hal ini dibenarkan Ketua Komisi A DPRD Sumut kepada wartawan melalui via WhatsApp, Minggu (10/3/2019).

Dia mengaku, dirinya banyak menerima aspirasi dan keluhan masyarakat yang ada di kabupaten Langkat soal aktivitas kegiatan galian C yang meresahkan.

Atas dasar ini, Politisi Muda Demokrat ini menagih janji kampanye Gubsu Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu tentang penertiban galian C yang ada di Binjai dan Kab. Langkat.

“Keresahan masyarakat disebabkan banyaknya truk-truk galian C yang melintasi jalan yang sering membahayakan pejalan kaki. Selain itu, aktivitas galian C baik yang legal maupun ilegal banyak merusak ekosistem sungai yang sebelumnya masih asri dan bisa menjadi sumber air bersih dan wisata bagi masyarakat, namun, sekarang sudah tidak lagi,” ceritanya.

Kemudian, lanjutnya, lawasan sungai yang dipakai sudah dangkal, keruh, polusi terjadi, kawasan wisata juga rusak. Sebagai contohnya ya aliran sungai Wampu di Bukit Lawang sekitarnya di kecamatan Bohorok kabupaten Langkat.

Oleh karena itu, lanjutnya, saudara Gubsu Edy Rahmayadi dapat merealisasikan janji kampanye untuk menertibkan aktivitas galian C yang sudah meresahkan. Kemudian, Komisi A akan memanggil pihak terkait tentang galian C tersebut.

“Kami dari Komisi A akan memanggil pihak-pihak terkait mulai dari dinas perizinan terpadu, dinas pertambangan dan energi, Bappeda dan Satpol PP, Dinas Sumberdaya Air, serta Sekda guna mengetahui proses dan evaluasi yang dilakukan oleh Pemprov Sumut terhadap izin-izin galian C yang dikeluarkan,” ungkapnya.

Dia juga mendengar banyak penyimpangan mulai dari rekomendasi sampai luas wilayah yang boleh dikelola. Artinya, proyek galian C harus tertib dan memperhatikan lingkungan kehidupan masyarakat.

“Ini akan kita laksanakan. Jika perlu kita akan sidak mengajak Kapolda Sumatera Utara untuk menindaklanjuti upaya penertiban ini,” tambahnya sembari mengatakan, galian C mulai banyak sejak adanya proyek kereta api dan jalan tol. ***