Kamis, 21 November 2019

Komisi E Sidak, Temukan 44 Jemaah Haji Belum Berangkat


# jack, medan

Ketua dan Anggota Komisi E DPRD Sumut melakukan penyidikan mendadak (sidak) untuk melihat pelayanan calon jemaah haji (calhaj) di Asrama Haji, Jalan AH Nasution Medan, Senin (7/9).  Saat sidak ditemukan permasalahan yakni 44 calhaj belum juga diberangkatkan dan calhaj hanya dijanjikan akan diberangkatkan pada 17 September 2015. Ketua Komisi E dan anggota langsung meminta penjelasan Kepala UPT Asrama Haji Medan, Sutrisno terkait persoalan ini.

Sutrisno menjelaskan, persoalan ini terjadi karena banyak pasport tidak terbaca saat di-sciner dan setiap permasalahan terus dilakukan langkah-langkah solusinya dan koordinasi dengan kedutaan sebagai penginput data.

Saat ditanya apakah sudah terbangun koordinasi?. Sutrisno mengaku sudah dibangun  namun persoalan ini bukan hanya satu atau dua orang tetapi banyak dan di seluruh embarkasi.

Ditegaskannya, persoalan di Embarkasi Medan sudah selesai,tinggal berangkat dan menunggu provinsi lain yang kosong. Nanti di terakhir ada pesawat ëSapu Jagatí yang memang dicadangkan untuk merintis calhaj yang belum berangkat dan paling lambat 17 September sudah berangkat semua. “Paling lama 17 September semua,

“ katanya.

Ketua Komisi E, Efendi Panjaitan menegaskan, tidak ada upaya yang baik dari penyelenggara haji Embarkasi Medan. “Dapat dilihat tidak ada koordinasi yang baik antara daerah dan pusat terkait pengelolaan calhaj. Bahkan, tidak ada upaya-upaya untuk menentramkan calhaj yang tertinggal. Kita mendengar sendiri calhaj menangis dan mengatakan sudah berapa lama tinggal dan hanya menunggu dan terus menunggu. Sampai air mata sudah habis. Kondisi ini sangat mengecewakan semua pihak khususnya Komisi E DPRD Sumut,

“ ucap Efendi.

Menurutnya, ke depan Komisi E DPRD Sumut akan memanggil Kakanwil Kemenagsu untuk meminta penjelasan terkait permasalahan ini. Bahkan, setiap hari akan ada pengawasan terus untuk memantau perkembangan permasalahan ini.

“Janjinya 17 September mereka berangkat semua. Itu maksimal. Tetapi kita akan dorong untuk dipercepat sehingga calhaj yang tertinggal ada kepastian untuk berangkat. Bagaimana jika 17 September tidak berangkat apa yang harus dilakukan. Itu harus kita peroleh penjelasan,”ucapnya.

Sidak didampingi sejumlah anggota Komisi E, Meilizar Latief, Ahmadan Harahap, Syamsul Qadri Marpaung, Syamsul Bahri Batubara, Hj. Hidayah Herlina Gusti, Lidiana Lase, Ari Wibowo dan Inge Amelia Nasution. ***