Jumat, 16 November 2018

Komisi A Desak Usut Tuntas Kasus OTT Kepling


#jack, medan

Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Andi Lumban Gaol, SH meminta kepada pihak Kepolisian agar mengusut tuntas kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pihak Polrestabes Medan terhadap oknum Kepala Lingkungan berinisial KK (50) warga Jalan Karya Wisata II, Kelurahan P. Mansyur, Kecamatana Medan Johor. Selain itu, Komisi A juga mendesak supaya oknum Kepling yang ditangkap pada Jumat lalu (7/9/2018) ini segera diusulkan dipecat dan dimasukkan ke dalam penjara.

“Pihak kepolisian jangan berhenti di tahap OTT ini saja, tetapi harus mengusut tuntas kasus ini, sehingga dapat diketahui bila ada pelanggaran lainnya. Ini akan menjadi pelajaran bagi kepala lingkungan lainnya agar bekerja sesuai tugas dan fungsinya (Tupoksi) yang diamanahkan oleh Lurah dan Camat,” terang Andi, Rabu (12/9/2018) menyikapi kasus OTT Kepling tersebut.

Politisi dari Partai PKPI Kota Medan ini mengatakan, cara-cara meminta uang kepada masyarakat dengan modus dapat mengurus mudah dan cepat bisa membuat masyarakat terkecoh, sudah bukan hal baru lagi oknum Kepling yang suka memeras warga dengan modus memberikan kemudahan bantuan cepat dan mudah. “ Yang terjaring OTT itu masih sebagian, ada lagi oknum kepling yang suka mematok harga kepada warganya saat dimintai tolong membantu mengurus masalah administrasi kependudukan,”terangnya.

Hal-hal seperti ini tambah Andi, dianggap oleh Kepala Lingkungan merupakan upah kerja atau jasa untuk pengurusan dan tidak merasa apa yang dilakukan merupakan perbuatan pidana atau melawan hukum, sebab sudah menjadi kebiasaan dari dulu.

Untuk itu, Andi meminta agar peristiwa serupa tidak terulang kembali terhadap Kepling lainnya di Kota Medan. “ Sebaiknya para Kepala Lingkungan yang ada di Kota Medan diberikan pembinaan dan penyuluhan tentang tugas dan pelayanan kepada warga masyarakat di lingkungan mereka masing-masing, boleh per kecamatan atau perkelurahan dengan menghadirkan nara sumber dari kejaksaan dan kepolisian sehingga para Kepling mengetahui apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan yang melanggar hukum,” jelas Andi.

Terpisah wakil Walikota Medan, Ir.Akhyar Nasution ketika diminta tanggapannya tentang adanya oknum kepling di Kecamatan Medan Johor yang tertanggkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polrestabes Medan mengatakan, apa yang dilakukan oleh oknum kepala lingkungan yang terjaring OTT tersebut merupakan tanggung jawab oknum Kepling itu sendiri. Dan Pemko Medan tidak ada mentolerir prilaku Kepling yang sudah membuat malu isntansi pemko Medan tersebut. ***