Minggu, 5 July 2020

Komisi D, DPRDSU Tidak Pernah Rekomendasikan PT TPL

Statement Tidak Cemari Danau Toba, Pendapat Pribadi


# jack, medan

Komisi D DPRD Sumut secara tegas menyatakan,  komisi yang membidangi lingkungan hidup tersebut tidak pernah mengeluarkan rekomendasi, bahwa PT TPL (Toba Pulf Lestari) tidak melakukan pencemaran terhadap Danau Toba, karena hal itu bukan wewenangnya, melainkan kewenangan BLH (Badan Lingkungan Hidup) dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Hal itu ditegaskan anggota Komisi  D DPRD Sumtut  H Wagirin Arman, SSos, Darwin Lubis, Zulfikar dan Drs Baskami Ginting kepada wartawan, Senin (1/8/2016) di DPRD Sumut menagggapi peryataan Sekretaris Komisi D HM Nezar Djoely, ST yang menyatakan, PT TPL tidak ikut melakukan pencemaran terhadap Danau Toba.

“Pernyataan yang dilontarkan Nezar Djoely bahwa PT TPL tidak melakukan pencemaran terhadap Danau Toba, merupakan peryatan pribadi, sebab Komisi D tidak pernah mengeluarkan rekomendasi tentang PT TPL yang tidak ikut melakukan pencemaran terhadap Danau Toba,” tegas Wagirin Arman, Darwin Lubis dan Baskami Ginting.

Seperti diberitakan sebelumnya, tambah Wagirin dan Baskami, Komisi D melakukan  kunjungan kerja ke PT TPL, pada Kamis (27/7) – Jumat (28/7/2016)  untuk melihat secara langsung pengolahan limbah perusahaan penghasil bubur kertas ini, apakah sudah memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang untuk perizinan dan kelestarian lingkungan atau tidak. “Karena PT TPL disebut-sebut telah mendapatkan proper hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), sehingga Komisi D merasa perlu untuk melihat secara langsung ke lapangan. Dari hasil kunjungan ini, Komisi D  melihat PT TPL memiliki perizinan yang lengkap, sehingga belum menemukan celah kerusakan lingkungan yang selama ini dicurigai diakibatkan oleh TPL terhadap perairan Danau Toba,” tambah Nezar.

Begitu juga dari fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, ujar Nezar, PT TPL memiliki 2 buah  IPAL (Instalasi Pengolahan Limbah) raksasa dan setelah dilakukan pengolahan dan penstreilan, selanjutnya  dialirkan  ke kolam ikan dan terlihat ikan tidak mati. Tahap selanjutnya, air dari kolam ikan, dialirkan ke Sungai Asahan yang alirnnya mengalir ke Selat Malaka, bukan ke Danau Toba. “Dari unsur tanah saja, jelas terlihat PT TPL berada di dataran lebih rendah dibandingkan Danau Toba dan air Danau Toba sendiri mengalir di selat Malaka melalui sungai Asahan. Jadi bagaimana TPL mencemari lingkungan kawasan Danau Toba," ujar Nezar seraya menambahkan pernyataan ini merupakan pendapat pribadinya, bukan hasil rekomendasi Komisi D seperti yang diberitakan media massa.

Segenap anggota Komisi D seperti Baskami Ginting, Darwin Lubis, H Zulfikar dan H Wagirin Arman juga mengakui, statemen yang dilontarkan Nezar Djoely di media massa bahwa PT TPL tidak melakukan pencemaran terhadap  Danau Toba bukan rekomendasi Komisi D, melainkan peryataan pribadinya selaku anggota dewan. “Peryataan ini perlu kami lurusukan, agar tidak terjadi kesimpang-siuran informasi di tengah-tengah masyarakat,” tandas Wagirin. ***