Selasa, 7 July 2020

Klaim Bagikan Ribuan Kg Benih ke Petani se-Sumut

Plt Kadis Pertanian Azhar Harahap Jangan “Asbun”


# jack, medan

Pernyataan Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumut (Dipertasu), M Azhar Harahap SP MMA, yang mengklaim telah membagikan ribuan ton bibit ke petani sepanjang tahun 2016, menuai kecaman. Keterangan itu tidak sebanding dengan target realisasi penyaluran benih yang mencapai 1.326.598,35 kilogram (kg) untuk jagung hibrida dan 2.015.748,25 kg padi Inbrida Jajar Legowo. 

"Ini sudah akhir Agustus. Benih jagung yang tersalurkan baru 1.011.880,25 kilogram dari target sebanyak 1.326.598,35 kilogram dan benih padi inbrida hanya 765.644 kilogram dari target 2.015.748,25 kilogram. Ini namanya pembohongan 

Azhar 'asbun' asal bunyi," kecam Anggota Komisi B DPRD Sumut, Wasner Sianturi di Medan, Rabu (24/8/2016).

Wasner merupakan politisi PDI Perjuangan ini menilai, Plt Kadis Pertanian Sumut terkesan lamban dalam menyalurkan benih bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN 2016. "Kalau begini kinerjanya, wajar kalau triwulan lalu anggarannya dipangkas sampai Rp136 miliar. Padahal, provinsi Sumatera Utara sangat membutuhkan anggaran untuk perbaikan dunia pertanian," tuturnya.

Selain itu, kata Wasner, terlambatnya pendistribusian bantuan benih, khususnya padi, akan mempengaruhi target panen Sumut tahun 2016. "Di beberapa  kabupaten kota, petani sudah mulai tanam, tapi di daerah lainnya belum. Seharusnya, pendistribusian benih padi disesuaikan dengan musim tanam petani,  sehingga bisa membantu petani padi," ungkapnya. 

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengembangan Serelia, Bidang Tanaman Pangan Dipertasu, Karyono, mengklaim, realisasi droping benih jagung hibrida sudah mencapai 76,28% dan benih padi Inbrida berkisar 37,98%. "Ada sejumlah faktor teknis dan nonteknis yang membuat pendistribusian benih bantuan tahun ini terkesan lambat. Tapi, kami sekarang berusaha untuk mengejar target itu," tegasnya via telepon.

Sebelumnya, di salah satu media online, Azhar Harahap menyatakan, ribuan ton benih telah disalurkan ke petani di Sumut. Berdasarkan data realisasi droping benih jagung hibrida dan padi inbrida tahun 2016, hingga Jumat (19/8), pihak  Dipertasu telah menyalurkan benih jagung hibrida sebanyak 22.395 kg untuk 1.493 hektar (ha) di Asahan, 88.530 kg seluas 5.903 ha di Dairi, 101.782,20 ha seluas 6.785,48 ha di Deliserdang, 237.225 kg seluas 15.815 ha di Tanah Karo, 90.000 kg seluas 6.000 ha di Langkat, 34.125 kg seluas 2.275 ha di Mandailing Natal, 7.500 kg seluas 500 ha di Nias, 149.310 kg seluas 9.954 ha di Simalungun, 48.060 kg seluas 3.204 ha di Tapanuli Selatan, 26.550 kg seluas 1.770 ha di Tapanuli Tengah, 45.150 kg seluas 3.010 ha di Tapanuli Utara, 22.500 kg seluas 1.500 ha di Toba Samosir, 27.375 kg seluas 1.825 ha di Pakpak Bharat, 22.396,80 kg seluas 1.493,12 ha di Humbang Hasundutan, 18.885 kg seluas 1.259 ha di Serdangbedagai, 12.975 kg seluas 865 ha di Padang Lawas, 7.500 kg seluas 500 ha di Binjai, 3.825 kg seluas 255 ha di Pematangsiantar, 7.316,25 kg seluas 487,75 ha di Gunung Sitoli, 2.480 kg seluas 165 ha di Nias Selatan, 22.500 kg seluas 1.500 ha di Samosir, dan 13.500 kg seluas 900 ha di Batubara. Sementara, Kabupaten Labuhanbatu, Tebingtinggi, Padang Lawas Utara dan Labuhanbatu Utara belum disalurkan.

Begitu juga realisasi droping benih padi Inbrida Jajar Legowo. Tercatat, realisasi untuk Labuhanbatu sebanyak 150.000 kg untuk areal seluas 6.000 ha. Kemudian, Tapanuli Utara sebanyak 39.235 kg seluas 5.000 ha, Mandailing Natal sebanyak 141.250 kg seluas 6.000 ha, Serdangbedagai sebanyak 40.846 kg seluas 7.000 ha, 115.240 kg seluas 5.000 ha di Deliserdang, 45.318 kg seluas 7.000 ha di Langkat, 30.300 kg seluas 8.000 ha di Simalungun, 80.000 kg seluas 5.000 ha di Tapanuli Selatan, 33.625 kg seluas 3.000ha di Tapanuli Tengah, dan 84.500 kg seluas 6.000 ha di Batubara. Khusus Kabupaten Asahan, Tanah Karo, Padang Lawas, Nias Selatan dan Padang Lawas Utara, belum terealisasi. ***