Kamis, 9 July 2020

Jika Keadaan Darurat, Bisa Gunakan Anggaran Bencana Alam

DPRDSU Desak Pemkab Pakpak Bharat Bangun Jalan 3 Desa


# jack, medan

Ketua FP Hanura DPRD Sumut Toni Togatorop, SE MM mendesak Pemkab Pakpak Bharat Cq Dinas Bina Marga untuk segera menganggarkan dana pembangunan jalan di 3 Desa (Desa Mahala Kecamatan Tinada, Desa Bandar Baru dan Desa Perjaga Kecamatan Sitellu Tali Urang Jahe) Kabupaten Pakpak Bharat di APBD, karena saat ini kondisinya rusak parah seperti kubangan kerbau, sehingga meresahkan masyarakat.

“Pemkab dan DPRD Pakpak Bharat hendaknya segera menampung anggaran pembangunan jalan 3 Desa yang kondisinya rusak parah di P-APBD TA 2016 atau di APBD TA 2017, agar masyarakat   bisa merasa nyaman melintasi jalan tersebut,” ujar Toni Togatorop kepada wartawan, Rabu (24/8) di DPRD Sumut menanggapi adanya keluhan masyarakat di 3 Desa Pakpak Bharat menyangkut kerusakan jalan di desa mereka.   

Anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini mengaku sangat prihatin atas kondisi jalan di 3 desa tersebut, sehingga sangat dibutuhkan perhatian Pemkab Pakpak Bharat untuk segera melakukan perbaikan. Apalagi akibat kerusakan sarana penghubung itu dapat menimbulkan korban jiwa khususnya pengendara roda dua, sebab kawasan itu merupakan daerah yang tinggi curah hujannya.

“Jika APBD Pakpak Bharat kurang anggaran untuk melakukan perbaikan jalan yang saat ini mengalami “kupak-kapik” tersebut, bisa digunakan dana BKP (Bantuan Keuangan Propinsi) maupun dana DBH (Dana Bagi Hasil) pajak dari Pempropsu, demi lancarnya akses masyarakat serta trasportasi hasil-hasil pertanian ke ibukota kabupaten,” katanya.

Berkaitan dengan itu, Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sumut ini sangat mengharapkan Pemkab dan DPRD Pakpak Bharat segera membangun jalan di 3 desa tersebut. Jika kondisi jalan sudah sangat darurat, alangkah baiknya gunakan dana bencana yang sudah dianggarkan di APBD. “Setiap kabupaten/kota tentunya sudah dianggarkan dana bencana alam di APBD masing-masing, jika keadaan mendesak dan darurat, gunakan saja anggaran tersebut. Jangan biarkan masyarakat menderita akibat berlarut-larutnya kerusakan sarana penghubung ke desa mereka,” ujar Toni sembari berharap agar Pemkab dan DPRD menyahuti keluhan masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat dari tiga desa di Pakpak Bharat sangat mengharapkan perbaikan jalan di wilayah mereka, karena kondisinya sangat memprihatinkan, kupak-kapik, berlubang dan batu berserakan di sepanjang jalan. Jika musim penghujan, air tergenang dan bagaikan kubangan kerbau. ***