Jumat, 20 October 2017

Jembatan Titi Dua Sicanang ‘Makan’ Korban,

DPRD Pertanyakan Kinerja Dinas PU Kota Medan


#wasgo, medan

Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Medan, Landen Marbun, mempertanyakan kinerja Dinas PU Kota Medan yang dianggap tidak responsif serta lalai dalam melakukan pemeliharaan terhadap kondisi jembatan-jembatan yang rusak di Kota Medan, termasuk jembatan titi dua Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.

Sebab, kondisi jembatan sudah retak-retak nyaris ambruk, sehingga “memakan” korban saat melintasinya.

“Ini sudah akhir tahun anggaran, tapi kenapa pekerjaan tersebut belum juga selesai dikerjakan hingga kini,” kata Landen Marbun menjawab wartawan di DPRD Kota Medan, Senin (9/10/2017) menyikapi jatuhnya seorang pengendara sepeda motor ke aliran laut saat melintasi jembatan titi dua Sicanang.

Anggota DPRD dari Dapil V ini menyayangkan menyesali kejadian tersebut. Menurutnya, warga tidak perlu menjadi korban jika penanganan pemeliharaan jembatan cepat dilakukan.

“Ini akibat lambannya penanganan jembatan titi dua Sicanang itu, membuat warga menjadi korban. Dari awal, kami sudah khawatir dengan cara kerja mereka. Pemko Medan agar serius menangani titi dua Sicanang dan Pemko Medan harus  bertanggungjawab terhadap korban,” tegas Landen.

Landen berharap, Pemko Medan segera berkoordinasi dengan pemenang tender serta melihat progres pekerjaan jembatan titi dua Sicanang agar tidak membahayakan masyakat. “Jembatan titi dua Sicanang itu sangat vital bagi warga sebagai satu-satunya sarana penghubung,” ujarnya.

Jatuh

Sebelumnya seorang warga pengendara sepeda motor terjatuh ke aliran laut saat melintasi jembatan titi dua Sicanang, akibat kenderaan yang ditumpanginya  terperosok saat angkot didepannya tidak dapat menanjak melintasi jembatan.

Sidauruk supir angkot jurusan Sicanang Belawan menuturkan, saat dia hendak membawa angkotnya dan melintasi titi dua tersebut, angkotnya tidak dapat naik.
“Saat angkot mau naik, tiba-tiba angkotnya tidak dapat berjalan, hal ini disebabkan besi yang menahan titi dua Sicanang tidak lagi pada posisinya. Sehingga angkotku mundur dan menabrak beberapa kereta yang ada di belakang angkot dan satu orang jatuh ke laut,” ujarnya. ***