Jumat, 19 April 2019

Ini Dia Caleg Termuda di Sumatera Utara


#syawal, medan

Generasi millenial yang dianggap kritis saat ini, kini mulai meramaikan bursa caleg. Satu yang tengah menjadi pembicaraan adalah Devanda Aditya Putra. Pria ganteng berusia 22 tahun ini, telah mantap melangkah untuk menjadi calon legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut V (Tanjungbalai, Asahan dan Batubara dari Partai PDI Perjuangan.

Menurut Devanda, anak muda zaman sekarang harus kritis dan peka. Dan alasan inilah yang menjadi alasannya untuk terjun langsung ke dunia politik.

“Kaum millenial harus peka terhadap situasi politik zaman sekarang, harus tanggap dan kritis dalam semua keadaan. Hal ini yang membuat saya semangat untuk terjun langsung ke memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terabaikan. Saya akan mewakili Partai PDIP sebagai calon legislatif di Propinsi Sumatera Utara,” ungkap Devanda kepada wartawan.

“Kami para kaum muda, memiliki semangat yang jika dipupuk terus, akan menjadi sumber energi positif yang luar biasa untuk kami gunakan membantu orang lain memperjuangkan haknya,” tambah Devanda

Pria lulusan Universitas Tri Sakti Jakarta ini juga menyemangati kaum muda untuk ikut andil dalam pemerintahan. “Kita sebagai anak muda penerus bangsa, jangan hanya pintar mengkritik pemerintah. Jika ingin pemerintah lebih baik, berilah solusi, jadilah bagian dari pemerintahan,” ujarnya.

Anti Korupsi

Pria yang merupakan caleg termuda di Sumatera Utara ini mengajak seluruh elemen untuk memerangi korupsi. “Korupsi di negeri ini sudah merajalela. Kita tidak bisa menghentikannya, tapi meminimalisirnya kita bisa,” katanya Kemarin.

Devanda meyakini, dengan menanamkan pendidikan karakter dan pemahaman terkait bahaya laten korupsi ke para pemuda dan pemudi.

Sebab, generasi mudalah yang kelak memimpin negeri ini dan menjadi penentu nasib bangsa Indonesia. “Terutama generasi milenial sangat penting kita rangkul. Ini untuk kedepannya. Bagaimana anak cucu kita juga terbebas dari tindak pidana korupsi,” kata Caleg PDIP termuda diseluruh Indonesia.

Para caleg millenial harus pandai membuat terobosan dan mampu mengambil hati pemilih lewat ide dan gagasan yang aplikatif, kreatif dan kekinian. tetapi juga harus benar-benar mumpuni dalam memahami dan menyelesaikan isu-isu di daerahnya.

Ruang pemuda dalam kancah politik saat ini, khususnya Sumatera Utara, masih sangat terbatas. Bahkan generasi tua selalu dominan. Sehingga dikotomi antara tua-muda dan junior-senior mestinya harus dihilangkan. Pe­muda harus mendapatkan kepercayaan, di­berdayakan dan diberikan ruang agar sema­ngat, harapan para pemuda akan selalu ada.

“Kita bangga ada caleg millineal. Kami siap memenangkannya”,kata Ahmad warga Kecamatan Air Putih Kabuoaten Batubara. ***