Kamis, 9 July 2020

Gubsu Segera Proses SK ke Mendagri

Wagirin Arman Resmi Jadi Ketua DPRD Sumut


# jack, medan

Paripurna DPRD, Senin (1/8/2016) sahkan Wagirin Arman S.Sos menjadi Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) menggantikan Ajib Shah yang divonis 4 tahun dalam kasus suap DPRD Sumut dari Gatot Pujo Nugroho.

Pengesahan pergantian tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin, Parlinsyah Harahap dengan agenda Pengumuman Nama Calon Pengganti Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara sisa Masa Jabatan 2014-2019, di Ruang Paripurna DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Pergantian ini berdasarkan Surat Keputusan DPP Golkar yang dibacakan oleh Sekretaris Dewan DPRD Sumut, Randiman Tarigan dalam sidang tersebut.

“Berdasarkan Surat B-354/golkar/VI/2016 tanggal 13 juni 2016 tentang persetujuan PAW Ketua DPRD Sumut H Ajib Shah dengan H Wagirin Arman. DPP Golkar telah menyetujui dan mengesahkan H Wagirin Arman sebagai Ketua DPRD Sumut sisa masa jabatan 2014-2019,” katanya membacakan surat tersebut.

Setelah pembacaan Surat Keputusan dari DPP Golkar tersebut, seluruh anggota dewan yang hadir menyatakan persetujuan mereka. Persetujuan dewan ini akan ditindaklanjuti dengan menyurati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengenai pergantian tersebut.

Setelahnya Paripurna juga mengumumkan perubahan alat anggota dari Fraksi Partai Golkar yakni Indra Alamsyah pindah ke Komisi B dan Leonard Samosir kembali ke Komisi D.

Dikesempatan yang sama Gubernur Sumut, T Erry Nuradi, mengatakan, pemprovsu akan segera mengirimkan surat ke Kemendagri untuk acuan pelantikan ketua DPRD tersebut. “Semua sudah sesuai mekanisme dimana yang jadi ketua berasal dari partai pemenang yakni Partai Golkar. Secepatnya setelah mendapat surat dari DPRD kita akan mengirimkan ke Kemendagri. Kalau hari ini sudah keluar, maka besok sudah bisa kita mengirimkannya,” tukas Erry.

Sementara Wagirin Arman, mengatakan rasa syukur dan penghormatan terbesarnya kepada rakyat Sumut melalui pengesahan DPRD atas terpilihnya menjadi Ketua DPRD Sumut sisa masa jabatan 2014-2019. “Ini keputusan Partai Golkar dan saya akan menjalankannya dengan mengambil langkah-langkah terhormat agar ke depan lebih baik lagi. Kita sangat mendukung pemberantasan korupsi agar Sumut ke depan lebih baik lagi,” pungkas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut ini.

Sementara untuk penggantian ketua fraksi Partai Golkar Sumut menggantikannya,  politisi senior Partai Golkar ini mengakui akan ada perubahan namun ada mekanisme yang diatur secara internal partai Golkar. “Akan diganti, tapi itu otoritas partai Golkar. Yang pasti nanti calonnya sudah memiliki pengalaman,” tuturnya.  ***