Jumat, 24 May 2019

DPRD Sumut Perlu Dukung Program Pertanian Perkotaan


>> muhri, binjai

DPRD Sumatera Utara sangat perlu mendukung program Pertanian Perkotaan yang sedang di galakkan di berbagai Kabupaten dan Kota di Sumut. Apalagi program tersebut sedang digalakkan oleh Pemko Binjai dengan pola pertanian lanfsung kepemukiman masyarakat.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD provinsi Sumatera Utara dari fraksi Demokrat, Muhri Fauzi Hafiz, usai mendengarkan ekspose dari walikota Binjai, H. Muhammad Idaham M.Si, di kediaman resmi walikota di Binjai, Selasa 25/11 lalu.

Menurut Muhri Fauzi Hafiz, dukungannya terhadap tentang konsep pertanian perkotaan dengan produk jambu madu Binjai, karena konsef itu sangat bermanfaat, mudah dan langsung kepada kehidupan masyarakat. “Saya mendukung program pemerintah kota Binjai melalui kegiatan pertanian perkotaan, konsep ini sangat menarik sebab kota Binjai adalah kota yang memiliki wilayah yang kecil tetapi padat penduduk,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya lagi, bahwa Kota Binjai bagian dari daerah pembangunan Mebidang-Ro, yang miliki  peran strategis bagi pembangunan provinsi Sumatera Utara. Konsep pertanian perkotaan dengan produk jambu madu ini merupakan terobosan yang harus berkelanjutan. Bahkan ini merupakan solusi bagi peningkatan kegiatan ekonomi rakyat di kota Binjai. “Pemerintah provinsi Sumatera Utara harus dukung program ini, Saya akan bawa program ini menjadi usulan dalam rapat paripurna yang akan dihadiri Gubernur. ” Ujar Fauzi.

Politisi partai Demokrat ini menambahkan, jika program ini sudah diyakini pemerintah kota Binjai dapat  menjadi solusi dalam membangkitkan ekonomi rakyat, maka ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, menjaga kualitas bibit dan pengelolaan petani terhadap jambu madu Binjai. “Hal ini penting supaya jambu madu Binjai memiliki ciri khas tersendiri yang terasa dalam kenikmatan yang berbeda. Pengelolaan petani yang ramah lingkungan juga mutlak harus diperhatikan, sehingga bisa memenuhi standar produk ekspor,” ujarnya meyakinkan.

Kedua, membangun satu kawasan pembibitan jambu madu Binjai yang langsung dibawah binaan pemerintah kota Binjai. Hal ini bukan berarti  pemerintah kota melakukan monopoli, tetapi untuk menjaga kesinambungan permintaan dan penawaran produk. Jika tidak dikendalikan, produk jambu madu Binjai bisa mengalami tren yang menurun dan pada akhirnya tidak memiliki pasar. Ketiga, membuat sertifikasi petani jambu madu Binjai. Supaya produk ini terjaga dan memiliki standarisasi yang khusus, pemerintah kota Binjai harus membuat program pemberdayaan warga yang memiliki keinginan menjadi petani jambu madu Binjai. “ Karenanya diperlukan pelatihan berkala secara selektif dengan tenaga ahli yang profesional, buat sertifikasi layak atau tidak layak sehingga jambu madu binjai ini menjadi produk unggulan disamping Rambutan yang membuat Kota Binjai terkenal,” ujar Fauzi akhiri wawancaranya. ***