Sabtu, 24 August 2019

DPRD Sumut Minta Menkumham Copot Kalapas Narkoba Hinai


#jack, medan

Peristiwa kebakaran dan kaburnya ratusan narapidana (napi) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba di kecamatan Hinai, Langkat pada Kamis (16/5/2019) kemarin, menguak bobroknya sistem kerja para pengaman dan pengurus ribuan napi yang ada disana.

Ketua Komisi A DPRD provinsi Sumatera Utara, Muhri Fauzi Hafiz, meminta Menkumham melalui kepala Kantor kementerian hukum dan HAM Sumatera Utara untuk mencopot kalapas, bukan sekadar non aktif, sebagai penegakan hokum dan effek jera.

Sebab, semua itu tanggungjawabnya. Tindakan tegas ini perlu dilakukan karena para wargabinaan diperlakukan secara tidak layak dan tidak manusiawi.

Menurut Muhri, para wargabinaan tersebut tidak selayaknya mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Justru para wargabinaan tersebut harus diberi pembinaan dan kehidupan yang layak agar menjadi modal dan pendidikan baginya untuk bisa bersikap baik saat sudah selesai menjalani hukuman dan kembali kepada masyarakat diluar Lapas.

"Sebagai pemegang jabatan tertinggi disana, Kalapas harus menyampaikan pertanggungjawaban dan Menkumham harus Copot," ujarnya.

Adapun keluhan - keluhan para napi yang terkuak atas peristiwa itu yakni, para napi yang tidak memperoleh makanan sesuai indeks, tidak mendapatkan remisi yang sudah dijanjikan, serta perlakuan semena-mena pihak Lapas dan pengutipan liar (pungli) yang sering dilakukan para Sipir kepada para napi.

Peristiwa mengamuknya para napi di Lapas Narkoba di Hinai Langkat kemarin, perlahan mereda usai para napi mengajukan 27 poin tuntutan, diantaranya terkait perlakuan petugas terhadap napi yang tidak manusiawi, fasilitas kesehatan minim dan berbayar, Justice Colaboration Regulasi, pengurusan remisi sesuai aturan, fasilitas dipungut biaya dan

minim, kunjungan keluarga dibatasi, adanya praktek jual beli makanan, ada perpindahan ruangan tanpa alasan, pungli administrasi, ibadah dibatasi, pengurusan pembebasan

bersyarat sudah bayar tapi tidak dibebaskan dan keluhan terkait lapas yang over kapasitas dan terakhir meminta Kalapas, B Sitepu untuk dicopot dari jabatannya.

Seperti diketahui, emosi para narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkoba di Jalan Simpang Ladang Estate, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat, Sumut, mencapai puncaknya. Para napi mengamuk dan mengejar petugas sipir yang melakukan penganiayaan terhadap seorang napi yang kedapatan memiliki narkoba. Akibatnya, sejumlah fasilitas dilapas tersebut dirusak dan dibakar yang mengakibatkan sekitar 200 napi kabur dari Lapas Narkoba tersebut. (*)