Rabu, 23 October 2019

DPRD: Penerapan PPDB Sistem Zonasi Harus Diimbangi Pemerataan Sekolah Negeri


#jack, medan

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PPP Abdul Rani menyarankan agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional RI perlu menerapkan kembali pelaksanaan PPDB melalui mekanisme sistem NEM (Nilai Ebtanas atau evaluasi belajar tahap akhir nasional Murni) sebagaimana yang pernah diterapkan di era tahun 90-an.

“Meski kita tahu PPDB sistem zonasi ada plus dan minusnya, tetap saja kebijakan itu menimbulkan pro dan kontra. Jadi, ada baiknya sistem NEM sebagaimana yang diberlakukan di era tahun 90-an diterapkan kembali,” kata Abdul Rani di Medan, Kamis (11/07/2019).

Menurut Abdul Rani, pelaksanaan PPDB sistem zonasi memang ada plusnya (nilai positif-red) untuk meniadakan munculnya sekolah-sekolah pavorit yang cenderung memunculkan imege dikriminasi dalam penerimaan peserta didik dan menghempang terjadi siswa titipan.
“Ini sesungguhnya cukup bagus dalam hal kesetaraan penerimaan peserta didik dan menghempang terjadinya siswa titipan. Tapi tetap saja banyak kelemahannya,” kata Ketua Komisi D DPRD Medan ini.

Kelemahan yang dimaksud, sebut politisi PPP yang terpilih kembali pada Pemilu Legislatif 2019 ini, banyaknya peserta didik dari kalangan menengah ke bawah yang gagal masuk sekolah negeri.

Abdul Rani mengambil contoh di kawasan Medan Utara. Di sana banyak peserta didik dari kalangan menegah ke bawah yang hendak melanjutkan pendidikan di sekolah negeri. Hanya saja jumlah sekolah negeri yang keberadaannya dekat dengan peserta didik sangat minim. Kalau mereka (peserta didik-red) mencoba masuk ke sekolah negeri lainnya tentu jauh dan sudah pasti gugur jika mendaftar.

“Seharusnya penerapan PPDB sistem zonasi harus diimbangi dengan pemerataan sekolah negeri. Justeru realita yang ada, keberadaannya (sekolah negeri-red) banyak yang terkonsentrasi di satu wilayah dan kebanyakan di inti kota. Belum lagi terjadinya persoalan sistem pengukuran jauh dekatnya peserta didik dengan sekolah yang dituju yang menggunakan sistem google map,” katanya. ***