Jumat, 19 April 2019

Bantu Pencalegan Ayah, Iskandar Sakty Batubara Pindahkan Reses


#jack, medan

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di masa reses tahun V 2019 memutuskan pindah reses ke daerah pemilihan Sumut 3 kabupaten Deliserdang. Padahal , Iskandar Sakty merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut 7 meliputi Kabupaten Tapsel, Madina, Palas, Paluta dan Kota Padangsidimpuan.

Sehingga kepindahan reses Iskandar Sakty yang akrab disapa Coky ini menjadi tanda tanya besar sesama  rekannya hingga kalangan pers. Sebab penggunaan dana reses selayaknya 'dinikmati' disalurkan ke daerah pemilihannya, guna menyerap aspirasi masyarakat pemilihnya.

Untuk itu, diminta kepada pihak terkait agar menelusuri pindahnya resesnya Coky Batubara yang dinilai tidak memiliki alasan jelas dan kuat .

Informasi diperoleh, kepindahan daerah reses Iskandar Sakty Batubara disebut-sebut erat kaitannya disebabkan pencalegan ayahnya di DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 1 meliputi Kota Medan, Tebingtinggi dan Kabupaten Deliserdang. 

Menyikapi hal ini, Pengamat Politik juga mantan Anggota DPRD Sumut,  Astrayuda Bangun  mengatakan pindah reses tersebut suatu perbuatan yang  tidak baik dan sesat. "Sebab d setiap Paripurna Reses kan ada Tim Reses Dapil I hingga Dapil XII, kalau memang bisa pindah-pindah dapil untuk apa dibuat daerah pemilihannya, guna menjemput aspirasi rakyat yang memilihnya,"katanya.

Selain itu, lanjut dia, jika banyak dewan pindah ke suatu dapil maka dapil yang lainnya sudah pasti akan berkurang sehingga dipastikan merugikan  rakyat. "Reses itu kan menjemput aspirasi ke Dapil, lha kalok katakanlah si kapusok pindah resesnya ke Dapil lain..aspirasi siapa yang dia jemput, kok pemilihnya dulu ditelantarkan?.Kepentingan siapa yang diutamakan si kapusok ini?, masyarakat dapilnya atau kepentingan pribadi,"ucapnya.

Sehingga, lanjut dia ,hal ini ibaratnya kawin sah dan selingkuhan. "Yakni si kapusok sudah kawin sah dengan katakanlah dapil A sementara dia selingkuh ke dapil B dan semua gajinya dikasi ke dapil B sambil pamer dia orang baik supaya dapil B mau kawin sama dia. Padahal belum tentu si dapil B mau, lantas bagaimana perasaan isteri sah si kapusok si dapil A,"katanya bertanya.

Untuk itu, Astrayuda mempertanyakan sikap  pimpinan dewan yang diam saja menyikapi hal ini. "Mungkin modelnya sama juga dengan si Kapusok, selama tidak mengganggu kepentingannya, diam saja. Peduli amat sama masyarakat dapil si Kapusok itu kan bukan tanggung jawabku,"katanya. ***