Selasa, 21 November 2017

Bahas R-PAPBD, Bahas Ranperda Pariwisata dan Ranperda Perubahan

Paripurna DPRDSU Tak Dihadiri Gubernur dan Kepala SKPD


#jack, medan

Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara (DPRD-SU) mengaku sangat kecewa dan mempertanyakan kemampuan dan keinginan Gubsu HT Erry Nuradi menyerap aspirasi masyarakat Sumut, jika Rapat Paripurna tidak dihadiri Kepala Daerah maupun Kepala Satuan Kerja Pemerintah daerah.

“Beginilah Chemistry antara Diponegoro dan Imam Bonjol yang dipertontonkan Gubernur HT Erry Nuradi, terutama dalam menyerap aspirasi masyarakat lewat pandangan fraksi di Rapat Paripurna Dewan,” ujar Ketua Pansus Pariwisata DPRD Sumut, Aripay Tambunan, Selasa (12/9/2017) disela-sela Paripurna dewan membahas RanPerda PABBD Sumut 2017, Ranperda tentang perubahan atas Perda Sumut No 3 Tahun 2014, tentang Perlindungan anak dan pembahasan Ranperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Sumatera Utara, tahun 2016-2025.

Kecewaan Aripay itu bukan tanpa alasan, menurutnya Gubsu harus bijak menyikapi setiap dirinya berhalangan, setidaknya melalui kepala SKPD dapat menghadiri setiap rapat-rapat paripurna dewan seperti ini.

“Coba bayangkan bila paripurna dewan Gubernur tidak datang, seharusnya kepala-kepala SKPD dapat hadis. Bukan sebaliknya, kepala SKPD datang bila Gubernur datang. Kepala SKPD juga tidak datang, karena Gubernurnya tidak hadir,” ujar Aripay mencontohkan.

Seharusnya lagi, lanjut Aripay, tidak hanya PLt Sekda provsu saja yang mewakili, tetapi setidaknya Kepala Biro Keuangan hadir mendengarkan dan menyerap aspirasi dewan yang menyuarakan masyarakat saat pembahasan anggaran (RP-APBD) Sumut.

“Walau Sekda hadir sendirian, tetapi kadis-kadis yang berhubungan dengan RP-APBD, Kadis Pariwisata karena sedang membahas perogran induk kepariwisataan dan Kadis yang berhubungan dengan Perlindungan anak juga harus hadir untuk menyerap aspirasi itu,” ujar Aripay penuh kekecewaan.

Sebagaimana diketahui, Rapat Paripurna DPRD Sumut dipimpin ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman itu dengan pembahasan yang begitu banyak, hanya dihadiri Plt Sekda Provsu, Ibnu Hutomo.

Rapat paripurna yang digelar sejak pagi hari hingga sore hari itu baru mendengarkan aspirasi semua fraksi-fraksi ang ada di DPRD Sumut, akhirnya ditunda untuk menunggu jawaban Gubernur Sumatera Utara yang akan digelar pada paripurna dewan Senin depan. ***

Foto: Terlihat tempat duduk dibelakang Bapak Aripay Tambunan Kosong. Biasanya pada rapat-rapat Paripurna, para Kepala SKPD memenuhi ruangan tersebut, bila Gubernur hadir pada Paripurna dewan.***