Selasa, 21 November 2017

TKW Langkat Meninggal Dunia Kecelakaan di Malaysia


#sabar-simanjuntak

"Permintaanku selepas shalat cuma satu ya Allah. Pertemukan aku dengan kedua orang tua ku di Padang Mahsyar".

Kata-kata itulah yang dituliskan Serlia, di akun pribadinya pada 13 September 2017 lalu. Serlia, merupakan salah satu korban kecelakaan bus pekerja di Penang, Malaysia, yang tinggal di Dusun I, Desa Tanjung Keriahan, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat.

Sementara itu, pantauan ini medan bung, di rumah duka, Kamis (26/10/2017), sekitar pukul 10.00, masyarakat yang bertajiah mulai berkumpul.

Wagino, 36, pak lek atau paman korban, saat ditemui di rumah duka, menyebutkan kalau pihak keluarga tidak menyangka dengan kejadian yang menimpa korban.

Diakui Wagino, korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Korban berangkat ke Malaysia sekitar satu tahun lalu melalui jalur resmi untuk membantu beban kedua orang tuanya. 

Sebelum tertimpa musibah, kata Wagino, korban sempat menghubungi ibunya, Supiati. "Saya gak tahu pasti apa yang dibicarakan. Tapi menurut anggota keluarga, Serlia ada menyampaikan bahwa pembicaraan itu yang terakhir. Ini disampaikannya pada malam sebelum kejadian," ungkap Wagino.

Apa yang disampaikan almarhumah, sebut Wagino, sama sekali tidak ditanggapi serius oleh keluarga korban. "Setelah kejadian ini kami baru sadar, kalau kata-kata itu tanda dia mau pulang selamanya," beber Wagino. 

Wagino juga menyebutkan, korban baru pertama kali menggunakan bus yang mengalami kecelakaan tersebut. "Teman dia (korban-red)  yang bertetangga dengan kami di kampung ini ada cerita, kalau korban ini pergi kerja lebih awal dari biasanya. Jadi, bus yang terlibat kecelakaan itu baru pertama kali ditumpanginya," ungkap Wagino. 

Sedihnya lagi, tambah Wagino, almarhumah menyampaikan akan pulang pada 24 Desember mendatang. "Katanya dia mau cuti jadi pulang tanggal 24 Desember. Tapi Allah berkehendak lain, dia pulang untuk selamanya," ucap Wagino dengam mata berkaca-kaca. 

Sementara pengakuan sejumlah tetangga, korban yang merupakan anak pasangan suami istri dari Elianto dan Supiati ini dikenal baik dan rajin bekerja. Bahkan sebelum ke Malaysia, korban sempat merantau ke Riau menjadi pekerja rumah tangga. ***